Serang, Bantentv.com- Penginapan atau hotel selalu menjadi kebutuhan utama bagi yang ingin mengadakan perjalanan luar kota atau luar daerah. Selain tidur dan istirahat, akomodasi ini bermanfaat untuk melakukan kegiatan lain seperti kerja atau santai dan sebagainya.
Biasanya saat memilih penginapan, wisatawan akan menyesuaikan dengan dua faktor. Pertama adalah masalah ketersediaan dana, kemudian yang paling penting yakni selera. Namun di Indonesia ternyata banyak penginapan atau hotel yang sudah ada pada masa penjajahan.
Dilansir dari beberapa sumber berikut penginapan atau hotel tertua di Indonesia :
- Grand Inna Garuda, Yogyakarta
Ilustrasi Hotel Grand Inna Yogyakarta (sumber foto : Jenis Hotel)
Hotel tertua di Indonesia yang pertama yaitu Grand Inna Garuda di Yogyakarta. Hotel ini dibangun sebelum masa kemerdekaan. Hotel ini juga menjadi saksi sejarah pada masa penjajahan dari mulai penjajahan Belanda hingga penjajahan Jepang di Indonesia. Hotel tersebut mulai dioperasikan pada tahun 1911 pada saat itu hotel ini bernama Hotel de Djokdja. Diketahui hotel ini telah berganti nama sebanyak enam kali dan di kenal sebagai hotel asahi pada masa penduduk Jepang.
- Savoy Homann, Bandung
Ilustrasi Savoy Homann Hotel Bandung (sumber foto : Booking.com)
Savoy Homann Hotel Bandung ini sudah ada sejak tahun 1937 yang dibangun oleh arsitek A.F. Albers dari Belanda dengan gaya art deco. Hotel yang menghadap ke Jalan Asia Afrika ini menjadi saksi sejarah Paris Van Java. Terdapat tiga kamar khusus di hotel ini yang pernah ditempati oleh tokoh-tokoh sejarah konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Di setiap lantai kamarnya juga diberi nama-nama orang yang bersejarah seperti lantai 1 diberi nama Jawaharlal Nehru mantan Perdana Menteri India, di lantai dua diberi nama Soekarno dan di lantai 3 diberi nama Cho En Lai mantan Perdana Menteri Cina.
- Hotel Salak, Bogor
Ilustrasi Hotel Salak Bogor, Jawa Barat (sumber foto : Metropolitan.id)
Hotel yang berada di Kota Boror, Jawa Barat ini sudah berdiri sejak tahun 1856 pada masa penjajahan Belanda. Sebelumnya nama hotel ini adalah Bellevue Dibbtes Hotel yang dimiliki oleh gubernur Hindia Belanda pada masa itu kemudian pada tahun 1948 berganti nama menjadi Hotel Salak dan kepemilikannya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Pada masa penjajahan Belanda tempat ini ternyata bukan sekedar tempat penginapan tetapi menjadi tempat pertemuan penting antar negara kemudian sekitar tahun 1942-1945 hotel ini dijadikan sebagai markas tentara Jepang.
- Hotel Majapahit, Surabaya
Ilustrasi Hotel Majapahit Surabaya (sumber foto:infobrand.com)
Hotel Majapahit yang berada di Surabaya Jawa Timur ini menjadi saksi bisu pertempuran melawan penjajah. Hotel yang berlokasi di jalan Tanjungan no 65, Surabaya, Jawa Timur ini dibangun pada tahun 1910. Tempat ini juga sempat berganti nama beberapa kali dan menjadi saksi pertempuran Surabaya saat namanya masih bernama Hotel Yamato. Pada 19 September 1945 para pejuang merobek bendera belanda yang masih berkibar di sini.
- Hotel Sriwijaya, Jakarta

Ilustrasi Sriwijaya Hotel Jakarta (sumber foto :foursquare)
Hotel yang terletak di ujung jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat, hotel ini sudah berdiri sejak tahun 1863. Sebelum menjadi hotel bangunan tersebut merupakan sebuah restoran dan toko milik Conrad Alexander Willem Cavadino atau CAW Cavadino. Sembilah tahun kemudian pada tahun 1872 restoran dan toko kue berubah menjadi hotel dan restoran tersebut dipindahkan ke Toko Cavadino yang terletak pada bagian depan bangunan hotel. Saat itu banyak orang Belanda maupun Eropa bermukim di Batavia dan hotel Cavadino ini bertahan sampai tahun 1898 kemudian berubah nama menjadi hotel du Lion d’Or. Kemudian pada tahun 1941 hotel ini berganti nama menjadi Park Hotel dan pada tahun 1950 berubah nama menjadi hotel Sriwijaya hingga saat ini.(red)