BerandaBeritaSebulan Terendam, Warga Desa Puser Serang Desak Normalisasi Sungai Ciujung Lama

Sebulan Terendam, Warga Desa Puser Serang Desak Normalisasi Sungai Ciujung Lama

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Puluhan rumah warga di Desa Puser, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, sudah lebih dari satu bulan terendam banjir. Genangan air tak kunjung surut karena kebocoran saluran kali tersier serta pendangkalan aliran Sungai Ciujung Lama yang menghambat arus air.

Salah satu warga, Taufiq, mengaku rumahnya masih terendam hingga kini. Menurutnya, luapan air dari saluran kali dan dangkalnya Sungai Ciujung Lama menjadi penyebab utama banjir berkepanjangan.

“Sudah lebih dari sebulan rumah saya terendam. Air dari kali meluap dan tidak bisa mengalir ke Sungai Ciujung Lama karena kondisi sungainya sekarang sangat dangkal,” ungkap Taufiq, Kamis, 23 Oktober 2025.

Ia menambahkan, genangan air yang tak kunjung surut juga menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan.

“Anak-anak mulai gatal-gatal karena airnya kotor, dan nyamuk juga makin banyak setiap malam,” keluhnya.

Baca Juga: Permudah Akses Pertanian, Pemdes Puser Kembali Bangun Jalan Usaha Tani

Kepala Desa Puser, Faiz, membenarkan bahwa banjir yang terjadi disebabkan oleh kebocoran tanggul pada sejumlah saluran air tersier.

Air yang seharusnya mengalir ke Sungai Ciujung Lama justru meluap ke pemukiman warga dan area persawahan.

“Banjir di wilayah kami terjadi karena banyak tanggul kali tersier yang bocor. Selain itu, air juga tidak mengalir lancar ke Sungai Ciujung Lama akibat kondisi sungai yang dangkal,” jelas Faiz.

Pihak desa, kata Faiz, telah berupaya berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian (BBWSC3), untuk meminta penanganan dan normalisasi sungai. Namun hingga kini, permohonan tersebut belum mendapatkan tindak lanjut.

“Kami sudah meminta bantuan kepada BBWSC3 agar segera menormalisasi Sungai Ciujung Lama. Tapi sampai sekarang, belum ada realisasi di lapangan,” katanya.

Pemerintah Desa Puser berharap ada langkah nyata dari pihak berwenang agar banjir yang merendam rumah warga tidak terus berulang.

“Kami berharap pihak terkait segera turun tangan, agar masyarakat bisa kembali hidup nyaman tanpa dihantui banjir setiap musim hujan,” tutup Faiz.

Banjir yang berkepanjangan ini tidak hanya merugikan warga secara material, tetapi juga menimbulkan gangguan kesehatan dan mengancam produktivitas pertanian di wilayah pesisir Serang tersebut.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -