Kota Serang — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Serang tidak hanya berperan dalam pemenuhan gizi siswa sekolah. Program ini juga menjadi penggerak ekonomi baru di daerah. Melalui pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG Kota Serang), ribuan warga kini mendapat peluang kerja di dapur-dapur MBG yang tersebar di berbagai kecamatan.
Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia mengatakan, hingga pertengahan Oktober 2025 sudah terdapat 52 dapur SPPG yang aktif beroperasi. Ini dari total target 83 dapur MBG.
Setiap dapur rata-rata mempekerjakan 50 tenaga kerja lokal. Program tersebut telah menyerap lebih dari 2.600 pekerja dari masyarakat sekitar sejauh ini.
“Program MBG bukan hanya tentang gizi anak sekolah, tetapi juga membuka lapangan kerja. Dengan 83 dapur yang akan rampung akhir 2025, diproyeksikan lebih dari 4.000 warga Kota Serang bisa terserap sebagai tenaga kerja,” ujar Agis saat meninjau dapur MBG di SMPN 15 dan SDN 20 Kota Serang, Senin, 20 Oktober 2025).
Baca Juga: Pemkab Serang Akan Tambah SPPG untuk Perluas Program MBG
Selain tenaga dapur, program ini juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM lokal, petani, dan nelayan. Mereka menjadi pemasok bahan baku makanan bergizi.
Agis menegaskan, setiap dapur MBG wajib memprioritaskan penggunaan bahan pangan dari produsen dan pelaku usaha lokal.
“Efek berantai dari program ini harus terasa. Bahan pangan untuk MBG wajib melibatkan UMKM, petani, dan nelayan asli Kota Serang,” tegasnya.
Baca Juga: SPPG Yayasan Hamim Center Satu-satunya Dapur MBG di Lebak Punya IPAL Modern
Untuk mempercepat pembangunan dapur MBG, Pemerintah Kota Serang telah membentuk Satgas MBG. Satgas ini bertugas mengoordinasikan pembangunan dan memastikan dapur SPPG beroperasi sesuai standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.
Koordinator SPPG Kota Serang, Nunik Pratiwi, menambahkan bahwa setiap dapur diwajibkan mempekerjakan masyarakat di sekitar lokasi operasional. Hal ini agar manfaat ekonomi dari program MBG benar-benar dirasakan oleh warga setempat.
“Kami memastikan dapur SPPG memberdayakan warga sekitar,” ujarnya.
Dengan semakin banyaknya dapur MBG yang aktif, SPPG Kota Serang diharapkan menjadi contoh model pemberdayaan ekonomi lokal. Ini terintegrasi dengan kebijakan nasional di bidang gizi.