Tangerang Selatan, Bantentv.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha permintaan arang batok kelapa di Kota Tangerang Selatan melonjak hingga mencapai 1 ton per hari. Di balik lonjakan permintaan yang tinggi, produsen justru mengalami kendala serius yakni keterbatasan bahan dasar.
Tingginya permintaan masyarakat yang bersiap mengolah daging kurban pada momentum Idul Adha menjadi tantangan bagi industri rumahan arang batok.
Sebab, di tengah fenomena langkanya tempurung kelapa yang menjadi bahan dasar arang tidak sebanding dengan kuantitas permintaan pasar maupun kalangan masyarakat yang begitu tinggi.
Apalagi dalam sepekan terakhir, permintaan produksi arang mencapai hingga 1 ton per hari, sementara dari stok yang tersedia tidak dapat memenuhi keinginan konsumen secara keseluruhan.
Baca juga : Briket Arang Kelapa asal Banten Tembus Pasar Ekspor
Sehingga dampak dari keterbatasan bahan dasar menjadi lokomotif utama naiknya harga arang di tingkat konsumen. Sebelumnya, harga arang mencapai 10 ribu, kini dijual seharga 12 ribu rupiah per kilogramnya.
Produsen arang batok, Mai Firmansah mengatakan, saat ini ia hanya memproduksi arang sesuai dengan stok yang tersedia untuk melayani pelanggan yang tersebar di wilayah Tangerang Selatan.
“Permintaan arang batok memang naik drastis jelang Idul Adha. Tapi kami kesulitan karena bahan baku, yaitu tempurung kelapa, sekarang sulit didapat,” ujar Mai Firmansyah, produsen arang batok di Tangerang Selatan.
Ia menambahkan, saat ini produksi hanya dilakukan berdasarkan ketersediaan stok bahan baku yang ada. “Kami produksi sebisanya saja. Yang penting bisa tetap melayani pelanggan yang sudah tetap, terutama di wilayah Tangerang Selatan,” ungkapnya.
Diketahui, arang batok kelapa memang biasa digunakan sebagai bahan bakar masyarakat dalam tradisi memanggang daging kurban saat perayaan Idul Adha, sehingga kebutuhan akan produksi arang melonjak.
Erina Faiha Qothrunnada