BerandaBeritaGipang Makanan Khas Cilegon Tembus Pasar Internasional

Gipang Makanan Khas Cilegon Tembus Pasar Internasional

Saluran WhatsApp

Cilegon, Bantentv.com – Memanfaatkan kekuatan media sosial dan rekanan pekerja migran Indonesia, pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Kota Cilegon berhasil meraup cuan jutaan rupiah dari jualan cemilan tradisional gipang yang berbahan dasar singkong. Tak jarang pelaku usaha industri rumahan ini, kewalahan memenuhi permintaan konsumennya yang berasal dari luar negeri.

Setiap hari, Ihwanul Muslimin, pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Kampung Bentola, Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, sudah sibuk menjemur lempengengan tipis singkong yang sudah dikukus dan digiling ini untuk dijadikan bahan dasar pembuatan cemilan tradisional bernama gipang.

Makanan khas Banten yang memiliki cita rasa manis ini, biasanya di buat menggunakan beras ketan dan gula yang dipanaskan. Namun karena harga bahan dasar yang semakin mahal, Ihwan akhirnya memilih berinovasi dengan menggantinya menggunakan singkong yang didapat dari para petani lokal di kampungnya.

Meskipun proses perbuatannya lebih lama daripada membuat gipang dari beras ketan, namun gipang singkong bertabur selai kacang buatannya, malah lebih digemari oleh konsumen yang berasal dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Baca juga : Usaha Kue Gipang dan Kue Satu Jadi Andalan Warga Kampung Magelaran Cilik

Untuk memenuhi permintaan gipang, setiap harinya Ihwan harus mengolah singkong hingga seratus kilogram. Tak jarang, ia kewalahan karena tingginya permintaan tersebut apalagi proses pembuatannya masih tradisional yang mengandalkan cuaca panas untuk menjemur singkong.

“Hasil Alhamdulillah karena mungkin yang pertama bahan baku singkong sudah familiar, akan tetapi bahan baku singkong ini mungkin dari konsumen tersebut mungkin ada rasa penasaran, akan rasa gipang singkong ini, maka dari itu konsumen-konsumen Alhamdulilah sangat menerima gipang singkong ini,” ujar Ihwanul Muslimin pengusaha gipang.

Ihwan mengaku, sudah satu tahun ini produk gipang buatannya di jual ke luar negeri, terutama Malaysia dan Jepang. Peluang itu didapatkan dengan memanfaatkan kekuatan media sosial, serta rekanan pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri.

“Untuk penjualan tak hanya untuk di lokal, Alhamdulillah kita juga melakukan penjual di luar negeri juga. Penjualan pertama di luar negeri itu di Malaysia, kemudian kita juga melakukan penjualan di Jepang,” katanya.

Berkat kegigihannya tersebut, Ihwan mampu meraup keuntungan bersih sebesar Rp10 juta dari usaha yang telah dilakoninya itu. Kendati begitu, gipang ini di jual Ihwan dengan harga Rp20 ribu per bungkusnya.

 

Erina Faiha Qothrunnada

TERKAIT
- Advertisment -