BerandaBeritaAksi di Depo Pertamina Tanjung Gerem Berujung Ricuh

Aksi di Depo Pertamina Tanjung Gerem Berujung Ricuh

Saluran WhatsApp

Cilegon, Bantentv.com – Puluhan warga yang mengatasnamakan Persatuan Perjuangan Masyarakat Cilegon melakukan aksi unjuk rasa di depan Depo Pertamina Terminal Tanjung Gerem, Kota Cilegon, pada Jumat sore.

Ditengah aksi unjuk rasa berlangsung, sempat terjadi kericuhan antara massa dengan aparat Kepolisian dan TNI saat massa akan menghadang kendaraan truk tangki yang hendak masuk ke dalam Depo Pertamina Tanjung Gerem, Kota Cilegon.

Kericuhan itu berawal saat masa yang akan melarang kendaraan tangki masuk ke Depo Pertamina yang ada di Terminal Tanjung Gerem di larang oleh petugas TNI hingga terjadi ketegangan antara masa dan aparat TNI yang sedang berjaga jalannya aksi.

Salah satu koordinator lapangan aksi, Juli Tresno Aji mengatakan, aksi unjuk rasa ini dilakukan menyusul adanya kasus dugaan mega korupsi di PT Pertamina Patra Niaga yang saat ini tengah diusut oleh pihak Kejaksaan Agung, sehingga masa menuntut aparat penegak hukum untuk mengusut seluruh pegawai di lingkup Depo Pertamina Tanjung Gerem.

“Bentuk kekecewaan kami, bentuk kemarahan kami atas apa yang sudah dilakukan oleh oknum-oknum, tikus-tikus yang sudah membohongi rakyat, dan dengan sengaja mereka merampok uang rakyat dengan seolah-olah pertalite dan pertamax itu dioplos,” ujar Juli Tresno Aji korlap aksi.

Massa aksi juga, menuntut kepada Kejaksaan Agung agar semua yang terlibat dalam mega korupsi di tubuh Pertamina Patra Niaga diusut seluruhnya pasca adanya penggeledahan di Depo Pertamina Tanjung Gerem yang dilakukan oleh tim penyidik dari Kejaksaan Agung.

“Kami akan melakukan aksi berjilid-jilid hingga seluruh pejabat-pejabat yang melakukan korupsi itu dihukum mati,” kata Juli.

Sementara itu, masa juga akan melakukan aksi unjuk rasa serupa dengan mengerahkan massa yang lebih besar lantaran saat mediasi berlangsung dengan managemen Depo Pertamina Tanjung Gerem tidak ada kata sepakat dalam melakukan praktek korupsi.

Erina Faiha Qothrunnada

TERKAIT
- Advertisment -