Serang,Bantentv.com- Polda Banten bersama Polres Serang gelar panen raya jagung hibrida di atas lahan 10 hektar di Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, pada Kamis, 20 Februari 2025.
Kegiatan ini sebagai tindak lanjut program ketahanan pangan yang dianjurkan oleh Presiden Republik Indonesia.
Usai ditanam selama tiga bulan, jagung yang ditanam di lahan seluas 10 hektar oleh Polres Serang bersama gabungan kelompok tani (Gapoktan) dipanen dan menghasilkan 80 ton jagung hibrida.
Bantuan modal pertanian ini diberikan oleh Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, sedangkan hasil penjualan semuanya, diberikan untuk para petani agar perekonomian mereka bisa meningkat.
Program menanam jagung ini, merupakan bentuk nyata dan upaya bersama dalam mendukung ketahanan pangan serta kesejahteraan kelompok tani di Kabupaten Serang.
Kapolda Banten, Irjen Pol Suyudi Ario Seto mengatakan, jumlah lahan panen yang akan digarap seluas 10 hektar, yang mana setiap hektarnya memperoleh jagung sebanyak 8 ton, saat ini yang sudah ditanam seluas 6 hektar.
Lahan ini milik Rudi Kuncoro bekerjasama dengan kelompok tani Desa Mekar Baru, Kecamatan Kopo,
“Kegiatan panen raya ini merupakan bentuk nyata kolaborasi Kapolres Serang dalam mendukung program ketahanan pangan serta kesejahteraan kelompok tani di wilayah Kabupaten Serang,” ucap Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto.
Ia berharap melalui program ini sektor pertanian di Kabupaten Serang bisa lebih meningkat.
“Saya sampaikan bahwa di Provinsi Banten ini ada 16 perusahaan besar yang dapat menerima jagung hibrida untuk diolah menjadi makanan ternak. Jadi ngga usah khawatir, kebutuhan perusahaan untuk jagung ini mencapai 1.200 ton pertahun,” ujar Kapolda Banten.
Sementara itu, Rudi Kuncoro, pemilik lahan mengatakan, ia berterimakasih kepada Polda Banten, Polres Serang dan jajaran, yang telah memberikan dukungan terhadap program ini, saat ini yang baru ditanam adalah jagung hibrida, alpukat Vietnam, dan cabe.
“Lahan yang akan ditanam 16 hektar, yang sekarang panen kisaran 10 hektar. Tanamannya jagung, alpukat Vietnam, sama cabe juga ada,” kata Rudi Kuncoro pemilik lahan.
Erina Faiha Qothrunnada / Editor: Lilik HN