Lebak, Bantentv.com – Warga di Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, disibukkan dengan membuat kantong ketupat dan leupeut di setiap rumah.
Kantong-kantong ketupat ini nantinya akan diisi beras dan direbus menggunakan wajan besar di atas tungku. Perebusan yang dilakukan di atas tungku menggunakan kayu bakar membuat cita rasa ketupat semakin enak dan tahan lama.
“Tradisi qunutan dengan membuat ketupat dan leupeut ini sudah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat di kampung kami,” ujar Suedah.
Dalam tradisi ini, setiap warga akan memasak ketupat di masing-masing rumah untuk dibawa ke masjid. Selain itu, ketupat juga akan dibagikan kepada sesama warga sebelum salat tarawih.
Baca Juga: Tradisi Qunutan, Menjadi Berkah bagi Perajin Kantong Ketupat
Menurut salah satu warga, Suedah, ngupat merupakan bentuk rasa syukur umat Islam atas pencapaian menjalani puasa Ramadan selama setengah bulan, sekaligus untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Selain sebagai rasa syukur, ketupat yang kami buat juga dibagikan kepada warga lain untuk mempererat tali silaturahmi,” kata Suedah.
Warga menambahkan, tradisi qunutan ini sudah ada sejak turun-temurun dan masih bertahan hingga saat ini.
Editor : Erina Faiha