Bantentv.com – Xiaomi dikabarkan tengah menyiapkan HyperOS 4 sebagai pembaruan besar dalam ekosistem perangkatnya. Sistem operasi ini disebut bukan sekadar penyegaran tampilan, melainkan membawa perubahan mendasar pada struktur sistem.
Salah satu perubahan utama yang dilaporkan adalah penghapusan total sisa kode lama MIUI.
Langkah ini menandai transisi penuh Xiaomi ke platform HyperOS, sekaligus meninggalkan fondasi sistem lama yang digunakan selama bertahun-tahun.
Selain itu, Xiaomi disebut akan menerapkan arsitektur baru berbasis Flutter dan Rust. Sejumlah aplikasi sistem dilaporkan ditulis ulang menggunakan teknologi tersebut untuk meningkatkan performa, kelancaran, serta keamanan dibanding struktur lama berbasis Java dan Kotlin.
Perubahan fundamental ini membuat spesifikasi perangkat menjadi faktor krusial dalam menentukan kompatibilitas pembaruan.
Xiaomi diperkirakan akan menilai kemampuan chipset sebelum memutuskan perangkat mana yang layak menerima HyperOS 4.
Untuk seri Redmi Note 13 Pro, tantangan kompatibilitas mulai menjadi sorotan. Redmi Note 13 Pro menggunakan Snapdragon 7s Gen 2, sementara Redmi Note 13 Pro+ dibekali Dimensity 7200 Ultra.
Kedua chipset tersebut disebut akan dievaluasi apakah mampu menjalankan arsitektur baru HyperOS 4 secara optimal.
Jika hasil evaluasi dinilai tidak memenuhi standar performa, Xiaomi berpotensi tidak menghadirkan HyperOS 4 untuk kedua perangkat tersebut.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan pengguna yang berharap mendapat pembaruan sistem terbaru.
Hingga saat ini, Xiaomi belum memberikan konfirmasi resmi terkait daftar perangkat yang akan menerima HyperOS 4.
Kepastian diperkirakan baru akan terungkap pada Agustus atau September, seiring pengumuman resmi sistem operasi tersebut.
Meski demikian, pengguna Redmi Note 13 Pro series masih dipastikan akan memperoleh pembaruan hingga Android 16.
Namun, peluang untuk mencicipi HyperOS 4 dengan perubahan besar pada sistem Xiaomi masih harus menunggu keputusan final perusahaan.