Minggu, April 14, 2024
BerandaInHouseFeatureDaftar Tokoh Nasional Indonesia yang Lahir di Bulan September

Daftar Tokoh Nasional Indonesia yang Lahir di Bulan September

Bantentv.com – Bulan September menjadi bulan yang sangat istimewa bagi sebagian orang, termasuk para tokoh Indonesia yang lahir pada bulan ini. Bahkan, di bulan September juga terbilang lekat akan perjuangan bangsa Indonesia pasca kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Seperti pada tanggal 19 September 1945 Presiden Soekarno menyampaikan pidatonya pada peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) sebagai bentuk mempertahankan kemerdekaan dan memberikan dukungan kepada pemerintah Indonesia di bawah pimpinan Soekarno-Hatta. Hingga puncak dari kisah bersejarah ini diakahiri dengan gerakan 30 September atau dikenal dengan G30SPKI. Kisah bersejarah pada bulan September tentunya dekat dengan perjuagan para pahlawan yang telah berjasa bagi Indonesia.

Menurut beberapa sumber, orang yang lahir di bulan September ini sangat toleran dan pengertian. Mereka juga dikenal sebagai individu yang tidak menghakimi dan menghormati pandangan dan kepercayaan orang lain. Mereka juga selalu berpikir positif dan selalu memberikan pendapat yang masuk akal dalam segala hal. Berikut tokoh nasional Indonesia yang lahir dibulan September :

  1. Susilo Bambang Yudhoyono

Susilo Bambang Yudhoyono atau lebih sering disapa dengan SBY merupakan Presiden keenam Republik Indonesia ini lahir pada 9 September 1949. Tahun ini SBY genap berusia 74 tahun. SBY juga lulusan terbaik AKABRI tahun 1973, ia menjadi presiden pertama yang dipilih langsung melalui proses pemilu putaran kedua pada September 2004.

  1. Abdurrahman Baswedan

Sama seperti SBY, Abdurrahman Baswedan juga lahir di tanggal 9 September hanya tahunnya saja yang berbeda. Jika SBY lahir ditahun 1949, A.R. Baswedan ini lahir pada tahun 1908. A.R. Baswedan merupakan salah satu tokoh nasional yang keturunan Arab yang berjasa dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dimasa hidupnya A.R.Baswedan aktif sebagai jurnalis yang ia pelajari secara otodidak. Selain menjadi jurnalis, A.R. Baswedan juga aktif berpolitik. Ia berpolitik ketika menjadi ketua PAI yang menyatukan keturunan Arab untuk terlibat dalam perjuangan Indonesia. Ia juga ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasehat Pusat (Chu Sangi In) pada masa penjajahan Jepang. Ketika Indonesia menjelang kemerdekaannya A.R.Baswedan berkontribusi sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

  1. Ahmad Sanusi

Ahmad Sanusi yang biasa dikenal Kiai Haji Ahmad Sanusi lahir pada tanggal 18 September 1889. Ia merupakan salah satu tokoh Sarekat Islam dan juga pendiri organisasi Al-Ittihadiyatul Islamiyah (AII) yang aktif dalam bidang sosial, ekonomi dan pendidikan. Selain mendirikan organisasi islam, Ahmad Sanusi pun pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Namun, saat pemerintahan Jepang datang ke Indonesia, AII dibubarkan dan secara sembunyi-sembunyi Ahmad Sanusi membentuk Persatuan Umat Islam Indonesia (PUII). Selama hidupnya, Ahmad Sanusi tidak pernah lupa untuk memperdalam ilmu-ilmu keislaman yang telah ditanamkan sejak ia kecil. Setelah ia kembali dari Mekkah untuk memperdalam ilmu dan menunaikan ibadah haji, Ahmad Sanusi mendirikan pondok pesantren yang terletak di Kampung Genteng.

  1. Rasuna Said

Rasuna Said lahir di Desa Panyinggahan, Sumatera Barat pada tanggal 14 September 1910. Dalam perjuangannya di bidang politik dimulai ketika Rasuna Said menjadi Sekretaris cabang di Sarekat Rakyat (SR). Ia pun aktif dalam beberapa organisasi seperti, Soematra Thawalib, hingga kemudian mendirikan Persatuan Muslimin Indonesia (PERMI) di Bukittinggi. Selain aktif dalam organisasi, Rasuna Said pun aktif sebagai jurnalis.

TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

DIBAGIKAN

KOMENTAR