BerandaFeaturedUlasanKabupaten Serang Alami Empat Kali Peralihan Pemerintahan, Begini Sejarah Terbentuknya

Kabupaten Serang Alami Empat Kali Peralihan Pemerintahan, Begini Sejarah Terbentuknya

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Kabupaten Serang salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Banten. Usianya yang telah menginjak 499 tahun, merupakan sebuah langkah kematangan yang dimiliki suatu daerah.

Kabupaten Serang termasuk daerah tertua di Banten karena usianya yang lebih dulu terbentuk dibanding Kota maupun Kabupaten lainnya, bahkan Kabupaten Serang lahir jauh sebelum Provinsi Banten memekarkan diri dari Jawa Barat.

Dikutip dari laman Pemerintah Daerah Kabupaten Serang, lahirnya Kabupaten Serang tidak terlepas dari sejarah kesultanan Banten.

Sejarah Kabupaten Serang tentunya tidak terlepas dari sejarah panjang Banten, karena Serang semula merupakan bagian dari wilayah Kerajaan atau Kesultanan Banten yang berdiri pada Abad ke XVI dan Pusat  Pemerintahannya terletak di daerah Serang.

Baca Juga: Sambut Hari Jadi Kabupaten Serang Diskoumperindag Gelar Bazar Murah

Konon pada mulanya Banten masih merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Sunda, penguasa Banten pada saat itu adalah Prabu Pucuk Umum, Putera dari Prabu Sidaraja Pajajaran. Pusat Pemerintahannya sendiri bertempat di Banten Girang (±3 Km di Selatan Kota Serang) pada abad ke VI, Islam mulai masuk ke Banten dibawa oleh Sunan Gunung Jati atau Syech Syarifudin Hidayatullah dan dapat menaklukan pemerintahan Prabu Pucuk Umum (Tahun 1524-1525  M).

Selanjutnya Beliau mendirikan Kerajaan/Kesultanan Islam di Banten dengan mengangkat putranya bernama Maulana Hasanuddin menjadi Sultan Banten pertama yang berkuasa  ±18 tahun (Tahun 1552-1570 M). Atas prakarsa Sunan Gunung Jati, pusat pemerintahan yang semula bertempat di Banten Girang dipindahkan ke Surosowan Banten lama yang terletak  10 Km di sebelah Utara Kota Serang.

Setelah Sultan Hasanuddin wafat (Tahun 1570), digantikan oleh puteranya yang bernama Maulana Yusuf sebagai Raja Banten yang kedua (Tahun 1570-1580 M) dan selanjutnya diganti oleh Raja / Sultan yang ketiga, keempat dan seterusnya sampai dengan terakhir Sultan yang ke 21 (Dua Puluh Satu) yaitu Sultan Muhammad Rafiudin yang berkuasa pada Tahun 1809 sampai dengan 1816. Jadi periode Kesultanan/Kerajaan Islam di Banten berjalan selama kurun waktu ±264 Tahun yaitu dari Tahun 1552 s/d 1816.

Pada Tahun 1816 Kompeni Belanda di bawah pimpinan Gubernur Vander Ca pellen datang ke Banten dan mengambil alih kekuasaan Banten dari Sultan Muhammad Rafiudin. Belanda membagi wilayah menjadi tiga bagian/negeri yaitu Serang, Lebak dan Caringin dengan kepala negerinya disebut Regent (Bupati), sebagai Bupati pertama untuk Serang diangkat Pangeran Aria Adi Santika dengan pusat pemerintahannya tetap bertempat di keraton Kaibon.

Pada tanggal 3 Maret 1942, Tentara Jepang masuk ke Daerah Serang melalui Pulau Tarahan dipantai Bojonegara. Kemudian Jepang mengambil alih Karesidenan yang pada waktu itu dikuasai oleh Belanda, sedangkan Bupatinya tetap dari pribumi yaitu RM Jayadiningkrat. Kekuasaan Jepang berjalan selama kurang lebih tiga setengah tahun.

Setelah tanggal 17 Agustus 1945, kekuasaan Karesidenan beralih dari tangan Jepang kepada Republik Indonesia dan sebagai Residennya adalah K.H. Tb. Achmad Chatib serta sebagai Bupati Serang adalah KH. Syam’un, sedangkan untuk jabatan Wedana dan Camat-camat banyak diangkat dari para Tokoh Ulama.

Dengan datangnya Tentara Belanda ke Indonesia yang menimbulkan Class/Agresi ke I sekitar Tahun 1964/1947. Daerah Banten/Serang menjadi Daerah Blokade yang dapat bertahan dari masuknya serbuan Belanda, dan putus hubungan dengan Pemerintah Pusat yang pada saat itu di Yogyakarta, sehingga daerah Banten dengan ijin Pemerintah Pusat mencetak uang sendiri yaitu Oeang Republik Indonesia Daerah Banten yang dikenal dengan ORIDAB.

Pada tanggal 19 Desember 1948 pada waktu itu Class/Agresi II. baru Serdadu Belanda dapat memasuki Daerah Banten/Serang untuk selama 1 (satu) tahun dan setelah KMD Tahun 1949, Belanda meninggalkan kembali Daerah Banten/Serang, yang selanjutnya Daerah Serang menjadi salah satu Daerah Kabupaten di Wilayah Propinsi Jawa Barat.

Dimana saat ini sejak tanggal 4 Oktober 2000, terbentuknya Provinsi Banten maka Kabupaten Serang resmi menjadi Bagian dari Provinsi Banten. Kemudian sejak adanya Jabatan Regent atau Bupati pada Tahun 1826 sampai sekarang, telah terjadi 32 kali pergantian Bupati. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa Pemerintahan di Serang telah mengalami 4 (empat) kali masa peralihan kekuasaan/pemerintahan, yaitu :

  1. Pemerintahan Kesultanan Kerajaan Banten yang berkuasa selama ± 290 Tahun, dimulai sejak  Sultan Maulanan Hasanuddin yaitu Tahun 1526 sampai Tahun 1816. Saat berdirinya Keratan Surosoan sebagai pusat Pemerintahan yang ditandai dengan penobatan Pangeran Sabakingking dengan Pangeran Hasanuddin pada tanggal 1 Muharram 933 H / 8 Oktober 1526 M, yang kemudian dijadikan landasan penetapan sebagai Hari Jadi Kabupaten Serang.
  2. Pemerintah Hindia Belanda yang berkuasa selama ± 126 Tahun yaitu pada tahun 1816 sampai Tahun 1942.
  3. Pemerintah Jepang yang baru berkuasa selama ± 3,6 Tahun yaitu dari Tahun1942 sampai Tahun 1945.
  4. Pemerintah Republik Indonesia dimulai sejak diproklamasikannya Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 sampai sekarang

Dengan begitu, berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tingkat II Serang No.17 Tahun 1985 tentang Hari Jadi Kabupaten Serang pada Bab. II Penetapan Hari Jadi Pasal 2 Yaitu Hari Jadi Kabupaten Serang ditetapkan pada tanggal 8 Oktober Tahun 1526 M. Dan tepat pada 8 Oktober tahun 2025 ini Kabupetan Serang usianya meginjak 499 tahun.

Lilik HN

TERKAIT
- Advertisment -