Serang, Bantentv.com – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah meminta aparat kepolisian segera menindak kasus dugaan perekaman dosen oleh mahasiswa di toilet Kampus Pakupatan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
“Disikat saja itu, nanti saya minta kepolisian untuk segera menindaklanjuti itu. Hal-hal seperti itu tidak boleh terjadi di Banten,” kata Dimyati.
Baca Juga: Kasus Dugaan Pelecehan di Kampus Masuk Penanganan Polda Banten
Ia menilai peristiwa tersebut tidak bisa ditoleransi dan menyoroti kondisi toilet yang belum dipisah antara perempuan dan laki-laki.
“Nanti saya kasih tahu Pak Fatah itu (toilet) nyampur, ya? Enggak boleh WC wanita, WC laki-laki kan beda. WC itu enggak boleh bareng-bareng, jadi harus dipisah kalau untuk tempat yang besar seperti kampus,” terangnya.
Baca Juga: Mahasiswa Diduga Rekam Diam-Diam di Kamar Mandi, UNTIRTA Janji Tindak Tegas
Mengenai sanksi terhadap pelaku, Dimyati mendorong langkah tegas jika mahasiswa terbukti bersalah. Ia menyebut opsi dikeluarkan dari kampus perlu dipertimbangkan.
“Keluarkan saja kalau memang seperti itu, sudah nakal kebiasaan. Saya minta kalau yang nakal dikeluarkan,” tandasnya.
Sebelumnya, seorang mahasiswa D3 Perbankan dan Keuangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) berinisial MZ diduga mengintip dan merekam seorang dosen di toilet kampus pada Rabu, 1 April 2026 lalu.
Editor : Erina Faiha