BerandaBeritaTirta Benteng Jamin Air Bersih Kota Tangerang Aman Usai Pencemaran Cisadane

Tirta Benteng Jamin Air Bersih Kota Tangerang Aman Usai Pencemaran Cisadane

Saluran WhatsApp

Kota Tangerang, Bantentv.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng Kota Tangerang memastikan kualitas air baku yang didistribusikan kepada pelanggan dalam kondisi aman. Selain itu, air tidak tercemar zat residu berbahaya.

Direktur Umum Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, Tommy Herdiansyah, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan ketat terhadap kualitas air baku. Hal ini dilakukan menyusul adanya pencemaran di Sungai Cisadane yang menjadi sumber utama air bersih di Kota Tangerang.

“Air baku yang kami distribusikan saat ini sudah aman dikonsumsi. Kami melakukan uji laboratorium secara internal maupun eksternal untuk memastikan tidak ada kandungan zat kimia berbahaya,” ujar Tommy, Kamis 12 Februari 2026.

Baca Juga: DLHK Banten Lakukan Uji Laboratorium Sungai Ciujung

Tommy menjelaskan, Perumda Tirta Benteng bergerak cepat untuk memastikan layanan distribusi air bersih kepada pelanggan tetap berjalan normal. Selain itu, layanan tidak terganggu.

Pemeriksaan kualitas air dilakukan secara berkala oleh petugas untuk memastikan tidak ada bahan kimia maupun residu berbahaya.

Ia menambahkan, pemantauan kualitas air dilakukan secara intensif melalui laboratorium milik Perumda Tirta Benteng.

“Kami pantau terus kualitas air per jam melalui laboratorium yang kami miliki. Alhamdulillah, hasil uji dan penelitian menunjukkan kualitas air baku yang kami gunakan sudah mulai membaik dan stabil. Zat-zat yang sebelumnya diprediksi masih ada, kini sudah memenuhi standar sebagai sumber air baku,” jelasnya.

Menurut Tommy, proses produksi air minum juga telah memenuhi persyaratan kualitas air minum yang berlaku. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir menggunakan layanan Perumda Tirta Benteng.

“Kami sudah mulai berproduksi dan kualitas air minum yang didistribusikan insyaallah aman untuk digunakan masyarakat,” tambahnya.

Sebelumnya, sejumlah spesies ikan ditemukan mati mengambang di sepanjang aliran Sungai Cisadane.

Kematian massal tersebut diduga akibat pencemaran residu pestisida yang berasal dari insiden kebakaran pabrik kimia di wilayah Tangerang Selatan.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -