BerandaBeritaTerdampak WFH, Program Jumat Jajan Digelar Setiap Hari Selasa

Terdampak WFH, Program Jumat Jajan Digelar Setiap Hari Selasa

Saluran WhatsApp

Cilegon, Bantentv.com – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop-UKM) Kota Cilegon mengalihkan program Jumat Jajan menjadi program Selaras atau Selasa Hemat Produktif dan Selasa Laris Manis.

Program tersebut kini dilaksanakan setiap hari Selasa di depan Mall Pelayanan Publik (MPP) Pemkot Cilegon.

Pengalihan program dilakukan setelah kebijakan Work From Home atau WFH diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon setiap hari Jumat.

Kebijakan WFH tersebut dinilai berdampak terhadap jumlah pembeli yang datang ke lokasi UMKM.

Sebelumnya, program Jumat Jajan sudah berjalan sejak akhir tahun 2024 lalu. Program itu menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk menjajakan makanan maupun produk usaha di area depan MPP Pemkot Cilegon.

Baca Juga: Tingkatkan PAD Cilegon, Camat Citangkil Sasar Sektor Pajak dan UMKM

Kepala Dinkop UKM Kota Cilegon, Suhendi, mengatakan kebijakan WFH menjadi salah satu alasan utama program Jumat Jajan tidak lagi efektif jika tetap digelar setiap Jumat.

“Karena setiap Jumat ada WFH, pegawai yang bekerja di kantor tidak 100 persen, jadi pembeli ke UMKM nya berkurang dan programnya tidak maksimal,” katanya.

Menurut Suhendi, pihaknya telah mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum akhirnya memutuskan memindahkan jadwal kegiatan ke hari Selasa. Hari tersebut dinilai paling efektif dibanding hari lainnya.

“Selasa itu udah paling aman, kalau Senin Kamis itu takutnya ada yang puasa, Rabu kadang ada bebas kendaraan juga,” tuturnya.

Ia menjelaskan, meskipun sistem WFH masih berlaku setiap Jumat, program pemberdayaan UMKM tetap harus berjalan agar pelaku usaha kecil tetap memiliki ruang promosi dan penjualan.

Pelaksanaan program Selaras sendiri tetap dilakukan pada jam yang sama seperti sebelumnya, yakni mulai pukul 07.30 WIB hingga 12.00 WIB. Lokasi kegiatan juga masih berada di depan MPP Pemkot Cilegon.

Namun karena keterbatasan area, jumlah UMKM yang bisa ikut berjualan dibatasi hanya 10 pelaku usaha setiap pekannya. Meski begitu, Dinkop UKM memastikan peserta UMKM akan digilir agar lebih banyak pelaku usaha dapat merasakan manfaat program tersebut.

“Keterbatasan tempat di depan MPP saja jadi hanya 10 UMKM, tapi nanti sistemnya digulir UMKM nya, jadi ga hanya itu-itu saja yang berjualan,” ungkapnya.

Suhendi berharap, meski ada kebijakan WFH di lingkungan Pemkot Cilegon, program Selaras tetap mampu membantu UMKM naik kelas dan memperluas pemasaran produk mereka.

“Ini untuk memberdayakan UMKM dan memudahkan pegawai Pemkot Cilegon untuk mencari cemilan atau makanan berat,” harapnya.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -