Bantentv.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan dampak nyata setelah berjalan satu tahun.
Program ini tidak hanya menyasar pemenuhan gizi anak, tetapi juga berkontribusi terhadap pengentasan stunting, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekonomi lokal.
Sejak resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025, MBG terus berkembang secara signifikan. Berdasarkan data yang diunggah melalui akun Instagram resmi Badan Gizi Nasional (BGN) RI, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meningkat tajam dari hanya 190 unit di awal pelaksanaan, menjadi lebih dari 19.000 unit secara nasional.
Lonjakan tersebut menunjukkan rata-rata 1.547 unit SPPG baru berdiri setiap bulan, mencerminkan kuatnya dukungan berbagai pihak terhadap program prioritas nasional ini.
Baca Juga: Penerima Manfaat Diperluas, Kini Anak Putus Sekolah Dapat MBG
Dari sisi penerima manfaat, program MBG juga mencatat pertumbuhan signifikan. Setiap bulan, jumlah penerima yang meliputi pelajar, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui bertambah rata-rata 3,77 juta orang.
Terobosan terbaru, MBG kini turut menjangkau anak putus sekolah, sebagai bentuk keadilan sosial bagi anak usia sekolah yang tidak terakomodasi sistem pendidikan formal.
Perkembangan SPPG secara langsung berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Setiap bulan, jumlah petugas SPPG bertambah rata-rata 65.817 orang.
Menjadikan MBG sebagai salah satu program sosial yang berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja, khususnya di daerah.
Selain itu, rantai pasok MBG juga melibatkan UMKM, BUMDes, BUMDesma, Koperasi Merah Putih, serta berbagai pemasok lokal.
Rata-rata 3.545 supplier baru bergabung setiap bulan untuk menyuplai bahan pangan bergizi.
Target 55 Juta Penerima Manfaat
Kepala Badan Gizi Nasional RI, Dadan Hindayana, menyebutkan bahwa mulai 8 Januari 2026, program MBG telah melayani lebih dari 55 juta penerima manfaat.
“Pada 2026, MBG tidak hanya berfokus pada intervensi gizi, tetapi juga peningkatan kualitas layanan SPPG serta penguatan edukasi gizi agar masyarakat semakin paham memilih makanan sehat,” ujar Dadan.
Lebih dari sekadar program bantuan, MBG kini berkembang menjadi gerakan nasional membangun Generasi Emas Indonesia sehat secara fisik, cerdas secara intelektual, dan berdaya secara ekonomi.
Meski tidak lepas dari dinamika pro dan kontra, jika dikelola secara bijak dan berkelanjutan, MBG berpotensi menjadi fondasi kuat dalam mencerdaskan anak bangsa sekaligus memperkuat ekonomi lokal.