Serang, Bantentv.com – Banjir yang melanda Kota Serang dalam beberapa hari terakhir berdampak langsung pada dunia pendidikan. Dua sekolah dasar negeri, yakni SDN Pamarican 1 dan 2, terpaksa menghentikan seluruh kegiatan belajar mengajar tatap muka akibat ruang kelas terendam air.
Genangan banjir mulai terjadi sejak Jumat lalu. Meski pada Senin air berangsur surut, kondisi sekolah belum memungkinkan untuk digunakan.
Air masih menggenangi ruang kelas dengan ketinggian mulai dari mata kaki hingga selutut orang dewasa, sehingga aktivitas belajar dinilai belum aman bagi siswa.
Baca Juga: Peninggian SDN Pamarican 1 dan 2 Diusulkan Gunakan Dana BTT
Kepala SDN Pamarican 1, Nazilah, menjelaskan bahwa banjir kerap terjadi karena posisi sekolah berada lebih rendah dibandingkan jalan dan permukiman di sekitarnya.
“Sekolah kami posisinya lebih rendah dari lingkungan sekitar, jadi saat hujan deras air mengalir dan tertahan di area sekolah,” ujarnya, Senin, 5 Januari 2025.

Akibat kondisi tersebut, sebanyak 198 siswa SDN Pamarican 1 dan 235 siswa SDN Pamarican 2 harus mengikuti pembelajaran secara daring sebagai langkah sementara.
“Pembelajaran daring ini bersifat sementara. Kami akan evaluasi terus dan kembali ke tatap muka setelah ruang kelas benar-benar kering dan aman,” jelas Nazilah.
Pihak sekolah berharap Pemerintah Kota Serang dapat segera menghadirkan solusi permanen agar banjir tidak lagi mengganggu proses belajar mengajar, khususnya saat musim hujan tiba.