Bantentv.com – Ratusan siswa SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 28 Januari 2026.
Akibat kejadian tersebut, ratusan siswa mengalami gejala gangguan pencernaan, bahkan puluhan di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit.
Berdasarkan data pihak sekolah, jumlah siswa SMAN 2 Kudus saat ini mencapai 1.177 orang, dengan total siswa terdampak sebanyak 521 orang.
Sementara itu, 24 guru juga dilaporkan mengalami keluhan serupa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 117 siswa terpaksa dirujuk ke rumah sakit, sedangkan 53 siswa tidak masuk sekolah, dengan satu di antaranya menjalani perawatan inap.
Peristiwa ini bermula saat siswa dan guru menerima MBG sekitar pukul 11.15 WIB dengan menu soto ayam, lengkap dengan nasi, tauge matang, ayam suwir, kuah soto, tempe goreng, sambal kecap, dan buah kelengkeng.
Baca Juga: Keren SMK Asal Kudus Jawa Tengah Membuat Robot Buat Masak
Makanan tersebut berasal dari SPPG Purwosari Kapasan dan langsung didistribusikan serta dikonsumsi.
Pihak sekolah menyebutkan, saat dilakukan pengecekan awal, sampel makanan tidak menunjukkan adanya masalah. Namun, pada malam harinya sekitar pukul 22.00 WIB, sejumlah siswa mulai merasakan gejala seperti diare, mual, dan muntah.
Keesokan paginya, Kamis, 29 Januari 2026, kondisi semakin memburuk. Sejak pukul 07.30 WIB, banyak siswa mengeluhkan sakit perut, pusing, mules, dan mual hingga harus antre di kamar mandi sekolah. Pihak sekolah pun segera menghubungi SPPG Purwosari untuk melakukan klarifikasi.
Sekitar pukul 08.00 WIB, sekolah berinisiatif membawa siswa ke Puskesmas Purwosari. Namun, karena jumlah siswa yang sakit lebih dari 40 orang, tim puskesmas justru mendatangi sekolah pada pukul 09.00 WIB.
Baca Juga: Kontingen Kabupaten Serang Siap Berlaga di PON Beladiri Kudus 2025
Meski telah mendapatkan pertolongan berupa obat diare, obat mual, dan oralit, kondisi beberapa siswa terus memburuk. Pada pukul 09.30 WIB, dilaporkan ada siswa yang mengalami muntah hebat, sesak napas, hingga pingsan.
Puluhan ambulans dari berbagai tim kesehatan Kabupaten Kudus, termasuk BPBD, mulai berdatangan sekitar pukul 10.00 WIB untuk mengevakuasi siswa yang harus dirujuk ke rumah sakit.
Secara keseluruhan, sekitar 52 ambulans dikerahkan dalam penanganan kejadian tersebut.
Pada pukul 11.30 WIB, Bupati Kudus Sam’ani bersama Dandim, Kapolres, dan jajaran terkait meninjau langsung lokasi kejadian.
Sementara itu, siswa yang dinyatakan sehat dipulangkan sekitar pukul 12.00 WIB.
Adapun siswa yang masih sakit tetap mendapat perawatan lanjutan di UKS maupun rumah sakit rujukan dengan pendampingan tenaga kesehatan dan guru.
Hingga saat ini, siswa yang tidak masuk sekolah masih dalam proses pelacakan oleh tim kesehatan Kabupaten Kudus.
Pihak terkait masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut.