Bantentv.com – Kepolisian Daerah (Polda) Banten kembali menggelar program pelatihan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui Balai Poliran. Pada gelombang terbaru, sebanyak 75 peserta mengikuti pelatihan yang diselenggarakan secara gratis.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Polda Banten, total peserta yang telah mengikuti program ini sejak gelombang pertama hingga gelombang keenam mencapai hampir 560 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 492 peserta telah lebih dahulu menyelesaikan pelatihan.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Polda Banten dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Banten serta Balai Latihan Vokasi (BLV) Serang. Sejumlah pihak lain, termasuk perusahaan penyedia energi, turut terlibat dalam penyediaan instruktur dan materi pelatihan.
Baca Juga: Kapolda Baru Brigjen Hengki Janji Lanjutkan Warbin hingga Poliran di Polda Banten
Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Peserta dibekali berbagai keterampilan, antara lain bioflok perikanan, hidroponik, peternakan, teknik dasar kelistrikan, hingga pengelasan. Materi disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja serta potensi usaha mandiri,” ujarnya saat membuka kegiatan di Balai Poliran Polda Banten.
Ia menambahkan, seluruh peserta memperoleh pelatihan tanpa dipungut biaya dan akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti kompetensi setelah menyelesaikan program.
Menurut Hengki, pendekatan kolaboratif menjadi salah satu kunci pelaksanaan program tersebut. Selain melibatkan pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja, pelatihan juga menghadirkan instruktur profesional dari balai latihan vokasi dan sektor industri.
“Harapannya, peserta memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk bekerja maupun membuka usaha secara mandiri,” katanya.
Baca Juga: Kapolri Buka Puasa Bersama Tokoh Ulama dan Elemen Masyarakat Banten
Selain peningkatan keterampilan kerja, program ini juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu materi yang diperkenalkan adalah pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai peluang usaha sekaligus upaya menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Polda Banten juga menggelar aksi penanaman pohon di sejumlah lokasi sebagai bagian dari kampanye pelestarian lingkungan.
Sementara itu, peserta pelatihan, Muhammad Abdul Galih, menilai program tersebut membantu meningkatkan kesiapan dirinya dalam memasuki dunia kerja.
“Pelatihan ini memberi kami keterampilan yang sebelumnya belum dimiliki. Ini menjadi bekal untuk mencari pekerjaan,” ujarnya.
Peserta lain, Aulia, warga Kabupaten Tangerang, mengaku tertarik mendalami bidang peternakan yang diperkenalkan dalam pelatihan.
“Saya ingin mengembangkan kemampuan di bidang peternakan. Program ini cukup membantu, terutama bagi lulusan baru seperti saya,” katanya.
Program Balai Poliran ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas tenaga kerja di wilayah Banten, sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Editor : Erina Faiha