Pandeglang, Bantentv.com – Cuaca ekstrem kembali memicu bencana di Kabupaten Pandeglang. Sebuah pohon mahoni berukuran besar tumbang dan menghancurkan rumah milik Suparti (45), warga Kampung Pakojan, Desa Muruy, Kecamatan Menes, Rabu petang, 4 Maret 2026.
Insiden tersebut menyebabkan empat orang penghuni rumah mengalami luka-luka serta kerusakan berat pada bangunan.
Peristiwa terjadi saat wilayah Menes diguyur hujan deras disertai angin kencang. Pohon yang berada tidak jauh dari rumah korban diduga tak mampu menahan terpaan angin hingga akhirnya roboh dan menimpa bagian atap.
“Saat itu hujan deras dan angin kencang. Tiba-tiba terdengar suara keras, ternyata pohon tumbang dan langsung menimpa rumah,” ujar Suparti saat ditemui usai kejadian.
Baca Juga: Pohon Tumbang di Pandeglang, Satu Rumah Rusak
Saat kejadian, terdapat lima orang di dalam rumah. Empat di antaranya mengalami luka akibat tertimpa material atap dan pecahan bangunan.
Warga sekitar bersama aparat setempat segera melakukan evakuasi dan membawa para korban ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Pohon mahoni tersebut menghantam bagian atap dan rangka bangunan hingga menyebabkan kerusakan parah. Hampir seluruh perabotan di dalam rumah ikut rusak. Kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Akibat kondisi bangunan yang tidak lagi layak huni, Suparti bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat sambil menunggu perbaikan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang dan dampak cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi sepanjang Maret.
Warga diminta memangkas pohon yang rawan roboh serta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang.