Bantentv.com – Situasi Venezuela masih bergejolak pasca serangan militer Amerika Serikat dan klaim penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Aktivitas publik terganggu, sementara warga diliputi kekhawatiran akan eskalasi lanjutan.
Di tengah ketegangan tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) dalam kondisi aman.
Berdasarkan data agregat Perwakilan RI, jumlah WNI yang tercatat berada di Caracas saat ini sebanyak 50 orang.
“Semua WNI dalam kondisi aman,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang.
Pemerintah Indonesia juga menegaskan sikapnya agar perlindungan warga sipil menjadi prioritas di tengah konflik yang berkembang.
“Kami menyerukan kepada seluruh pihak untuk mengedepankan penyelesaian damai melalui de-eskalasi dan dialog,” kata Yvonne.
Ia menambahkan, penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip Piagam PBB harus tetap dijunjung tinggi.
Sementara itu, dosen senior Departemen Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia, Suzie Sudarman, menilai serangan AS tidak lepas dari kepentingan strategis terhadap sumber daya Venezuela.
“Ini era ketika kepentingan kekuatan finansial ditafsirkan ulang. Venezuela diincar karena minyak, emas, dan cadangan lithium,” ujarnya.
Rentetan ledakan dilaporkan terjadi di Caracas dan sejumlah lokasi strategis, termasuk La Carlota, pangkalan udara militer di pusat kota, serta kompleks militer Fuerte Tiuna.
Dampaknya, pemadaman listrik melanda permukiman di sekitar lokasi tersebut. Serangan juga dilaporkan terjadi di Negara Bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.
Kondisi ini dikonfirmasi oleh KBRI Caracas. “Di Miranda dan Aragua terjadi pemadaman listrik di beberapa wilayah. Di Caracas, pemadaman terjadi antara lain di Cumbres de Curumo dan Prados del Este,” ujar Yvonne.
Listrik di wilayah Cumbres de Curumo dilaporkan kembali menyala sejak Minggu, 4 Januari 2026 sore waktu setempat. Namun, hingga kini Prados del Este masih mengalami pemadaman.
Kondisi Terkini Venezuela

Selain listrik, layanan transportasi publik Metro Caracas juga sempat terhenti. Meski demikian, aktivitas masyarakat di ibu kota mulai berangsur terlihat dibanding hari sebelumnya.
Sebelumnya, Caracas sempat lengang dan gelap. Sejumlah kawasan sibuk seperti Chacao, Altamira, dan Avenida Libertador tampak kosong dari sore hingga malam, sebagaimana terlihat dalam video yang beredar di media sosial.
Pemerintah Venezuela menetapkan protokol keamanan ketat di berbagai wilayah guna mengantisipasi potensi serangan lanjutan.
“Kondisi di lapangan saat ini terpantau jauh lebih kondusif. KBRI Caracas terus berkomunikasi intensif dengan WNI,” kata Yvonne.
Ia menambahkan, pada Minggu siang waktu setempat, KBRI kembali menghubungi seluruh WNI untuk memastikan kondisi mereka tetap aman.
Di sisi lain, sebagian pendukung Maduro menggelar aksi pada Minggu sore. Mereka menyatakan tidak akan tunduk pada negara mana pun yang berniat menguasai Venezuela.
Sementara itu, kelompok oposisi bersikap lebih hati-hati menyikapi penangkapan Maduro.
Meski demikian, protokol keamanan ketat yang diberlakukan pada Sabtu mulai dilonggarkan.
Sejumlah toko roti dan kedai kopi kembali buka. Warga terlihat mulai berbelanja kebutuhan pokok dan menyimpannya sebagai stok, mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi.