Pandeglang, Bantentv.com – Kabupaten Pandeglang berpeluang memiliki kawasan Desa Ternak Agro Edu Wisata yang dirancang sebagai kawasan terpadu berbasis ekonomi kerakyatan dan edukasi.
Rencana tersebut disampaikan oleh PT Rancawiru Indonesia dalam kegiatan ekspos yang digelar di Ruang Kerja Bupati Pandeglang, Jumat 2 Januari 2026.
Kawasan ini direncanakan berlokasi di Desa Pasirmae, Kecamatan Cipeucang, dan diharapkan menjadi salah satu penggerak baru sektor agro dan pariwisata daerah.
Konsep Desa Ternak Agro Edu Wisata mengintegrasikan berbagai sektor, mulai dari peternakan, perikanan, pertanian, hingga edukasi dan konservasi lingkungan dalam satu kawasan yang saling terhubung.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyambut positif rencana yang dipaparkan oleh PT Rancawiru Indonesia.
Ia mengapresiasi kontribusi pihak swasta yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan sektor pertanian, peternakan, dan wisata edukatif.

“Konsep Desa Ternak Agro Edu Wisata ini sangat menarik dan sejalan dengan visi pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata berbasis edukasi serta pelestarian alam,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati berharap pengembangan kawasan ini mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
Keberadaan Desa Ternak Agro Edu Wisata diharapkan dapat mendorong peningkatan perekonomian desa, membuka lapangan kerja baru, serta menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan generasi muda.
Selain sebagai pusat produksi, kawasan ini juga diproyeksikan menjadi destinasi wisata yang memiliki nilai pembelajaran dan konservasi.
Pemilik PT Rancawiru Indonesia, Edi, menjelaskan bahwa kawasan tersebut dirancang sebagai wilayah terpadu dengan beragam program unggulan.
Beberapa komoditas yang akan dikembangkan meliputi domba unggulan, kambing pedaging Boer, kambing perah Safera dan Saanen, ayam negeri, serta burung murai dalam rangka konservasi.
Baca Juga: Mina Agro Wisata Bukit Sinyonya Destinasi Wisata Baru di Kabupaten Pandeglang
Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan konservasi Manjangan India dan program pelestarian lingkungan, sehingga konsep wisata yang dihadirkan tidak terlepas dari aspek keberlanjutan.
“Melalui konsep ini, kami ingin menghadirkan kawasan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat,” jelas Edi.
Ia menambahkan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar pengembangan Desa Ternak Agro Edu Wisata dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat jangka panjang.
Kegiatan ekspos ini menjadi langkah awal terbangunnya kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan PT Rancawiru Indonesia.