BerandaBeritaLuapan Sungai Cilemer Rendam Desa Idaman, 1.226 Warga Terjebak Banjir

Luapan Sungai Cilemer Rendam Desa Idaman, 1.226 Warga Terjebak Banjir

Saluran WhatsApp

Pandeglang, Bantentv.com – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Pandeglang selama dua hari terakhir kembali memicu banjir bandang. Luapan Sungai Cilemer mengisolasi ribuan warga di Desa Idaman, Kecamatan Patia, sejak Minggu hingga Senin, 12 Januari 2026.

Banjir mulai merendam permukiman warga, terutama di Kampung Tajur, sejak Minggu pagi.

Ketinggian air yang masuk ke rumah warga bervariasi, berkisar antara 50 sentimeter hingga satu meter.

Salah satu warga terdampak, Mamad, mengatakan hujan deras dengan intensitas tinggi telah berlangsung selama dua hari. Kondisi tersebut membuat warga terjebak banjir dan tidak dapat beraktivitas normal.

Baca Juga: Sungai Cibaliung Meluap, 968 Warga Cikeusik Pandeglang Terisolasi

“Sudah dua hari banjir. Alhamdulillah air belum masuk rumah, tapi kami tidak bisa ke mana-mana karena terisolasi. Di jalan, air bisa sampai satu meter. Akses terputus. Untuk sementara belum mengungsi,” ujarnya.

Kepala Desa Idaman, Ilman, mengonfirmasi bahwa banjir menyebabkan lumpuhnya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Seluruh akses jalan utama terputus akibat genangan air yang cukup dalam.

“Seluruh aktivitas warga lumpuh karena akses terputus. Sungai Cilemer sudah tidak mampu menampung debit air yang terus meningkat,” kata Ilman.

Berdasarkan data sementara, banjir berdampak pada 1.226 jiwa atau 422 kepala keluarga. Wilayah terparah berada di Kampung Tajur, Desa Idaman.

Meski air telah merendam sebagian rumah, mayoritas warga memilih bertahan di rumah untuk menjaga harta benda.

Pemerintah desa bersama unsur terkait terus memantau kondisi debit air dan perkembangan cuaca.

“Kami mengimbau warga, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar tetap waspada dan segera mengungsi ke tempat aman jika debit air kembali meningkat,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga sangat membutuhkan bantuan logistik serta pemantauan kesehatan, mengingat akses transportasi ke wilayah terdampak masih sulit dilalui kendaraan.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -