Bantentv.com – Terobosan baru kembali dihadirkan oleh Bank Indonesia (BI). Kali ini, BI meluncurkan Quick Response Code Indonesian Standard Tanpa Pindai Qris Tap In & Out di lima moda transportasi. Khususnya di Jabodetabek.
Acara peluncuran tersebut berlangsung pada Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) di JCC Senayan, Jakarta Selatan, Kamis 30 Oktober 2025.
Pada kesempatan tersebut, hadir Gubenur BI Perry Warjiyo, Kepala Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Ke lima moda transportasi yang akan menerima Qris Tap In & Out ini, di antaranya KAI Commuter Line, TransJakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, dan MRT Jakarta.
Baca Juga: QRIS Tap vs QRIS Scan: Ini Perbedaan dan Cara Pakainya
Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, ada lima moda transportasi yang akan melakukan peluncuran QRIS Tap In & Out.
“Kita akan melakukan peluncuran QRIS Tap In & Out di lima moda transportasi Jakarta,” kata Perry.
Diketahui, QRIS Tap merupakan inovasi dalam sistem pembayaran digital yang diluncurkan BI pada Maret lalu. Dengan adanya QRIS Tap ini, transaksi bisa dilakukan cukup dengan mendekatkan smartphone ke terminal pembayaran.
Hingga saat ini, sistem pembayaran berbasis QR yang dikembangkan BI itu sudah menjangkau hampir 60 juta pengguna. Dari jumlah itu, 40 juta di antaranya adalah UMKM.
Selain itu, volume ekonomi dan keuangan digital Indonesia saat ini pun sudah mencapai 37 miliar transaksi per tahun. “Itu hampir lebih dari 450 ribu triliun untuk e-commerce,” ucapnya.
Sementara untuk transaksi digital yakni mobile banking dan penggunaan QRIS sudah mencapai 13 ribu transaksi. Dengan nilai hampir Rp 60 ribu triliun.
Mengutip sambutan Gubernur BI, Perry Warjiyo pada peluncuran Maret lalu mengatakan, manfaat QRIS Tap berbasis Near Field Communication (NFC) ini akan meningkatkan kecepatan. Juga kenyamanan transaksi nirsentuh bagi masyarakat.
Pada Maret lalu, QRIS Tap baru bisa digunakan di beberapa lokasi layanan transportasi, parkir, rumah sakit, serta ritel dan UMKM. Termasuk di Stasiun MRT Bundaran HI dan MRT Lebak Bulus, Transjakarta (terbatas pada Royaltrans), DAMRI (terbatas pada JR Connexion Jabodetabek), RSUD Tarakan, RSCM Kencana, dan RSPAD Gatot Subroto Paviliun Kartika.
Namun, kemudian BI memperluas kembali implementasi Qris Tap pada lima moda transportasi tersebut baru-baru ini.
Dalam kesempatan yang sama, Perry juga mengatakan, bahwa pihaknya mulai melakukan uji coba QRIS antar negara dengan Korea Selatan (Korsel). Korsel menambah deretan negara yang telah terlebih dulu bisa menggunakan QRIS.
“Crossborder Internasional QR kita sudah sanggupkan dengan Malaysia, Singapura, Thailand. Dan kita sudah sanggupkan dengan Jepang. Sudah kemudian sanggupkan dengan China. Hari ini, mulai kita akan sanggupkan dengan Korea Selatan,” ujar Perry.
Perry mengatakan ke depan QRIS cross border akan diperluas ke negara lainya, seperti India dan Arab Saudi.
Diketahui, berdasarkan data BI pada kuartal ketiga 2025, volume transaksi aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 13,11 persen. Juga 17,80 persen. Termasuk transaksi QRIS yang tumbuh 147,65 persen.
Editor : Erina Faiha