BerandaBeritaKesal Jalan Rusak Bertahun-tahun, Warga Panunggulan Tanam Pohon Pisang

Kesal Jalan Rusak Bertahun-tahun, Warga Panunggulan Tanam Pohon Pisang

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Warga Desa Panunggulan, Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang, meluapkan kekesalan dengan menanam pohon pisang dan talas di jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes kepada pemerintah karena kondisi jalan yang telah rusak selama bertahun-tahun belum mendapat penanganan.

Warga mengaku setiap hari harus melintasi jalan rusak yang menyulitkan aktivitas serta kerap menimbulkan kecelakaan, terutama saat musim hujan. Kondisi tersebut dinilai menghambat mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian di wilayah setempat.

Salah seorang warga, Juhdi Juanda, mengatakan jalan rusak di desanya sudah berlangsung lama tanpa adanya perbaikan. Ia berharap pemerintah segera melakukan pembangunan agar masyarakat dapat merasakan kenyamanan.

“Kami bermohon kepada Bupati sesuai dengan misinya Serang Bahagia, agar jalan ini segera dibangun sehingga warga Desa Panunggulan bisa merasakan kenyamanan,” ujarnya, Kamis, 2 April 2026.

Baca Juga: Bertahun-tahun Rusak, Jalan di Desa Panunggulan Ditanami Pohon Pisang

Jalan Rusak Sepanjang 4 Kilometer

Kepala Desa Panunggulan, Dulhani, menjelaskan bahwa jalan rusak tersebut memiliki panjang sekitar empat kilometer dan berstatus sebagai jalan milik Pemerintah Kabupaten Serang.

Menurutnya, pemerintah desa telah mengusulkan perbaikan jalan tersebut setiap tahun, namun hingga kini belum ada realisasi pembangunan dari pemerintah daerah.

“Saya memohon kepada Bupati Serang dan Gubernur Banten agar segera membangun jalan di desa kami, sehingga masyarakat lebih nyaman dan pergerakan ekonomi menjadi lancar,” katanya.

Baca Juga: Wakil Gubernur Dimyati Cek Jalan Ditanami Pohon Pisang

Pemerintah Desa Panunggulan berharap pemerintah terkait dapat segera memperbaiki jalan rusak tersebut karena kondisinya sudah parah dan berdampak pada aktivitas masyarakat sehari-hari.

Editor : Erina Faiha

TERKAIT
- Advertisment -