Pandeglang, Bantentv.com— Risiko keselamatan kembali menghantui warga Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang. Ratusan penduduk, termasuk pelajar, setiap hari harus mempertaruhkan nyawa saat menyeberangi Jembatan Blengbeng, satu-satunya akses penghubung antar-desa yang kini berada dalam kondisi kritis.
Jembatan darurat berbahan kayu tersebut kini miring hingga 20 derajat dan menjadi sangat licin ketika hujan turun.
Struktur yang rapuh itu menjadi satu-satunya jalur bagi aktivitas warga, mulai dari anak sekolah, petani, hingga pedagang yang tidak memiliki alternatif akses lain.
Danramil 0116 Cikeusik, Kapten Inf Pugiarto, membeberkan kronologi kerusakan jembatan yang sebelumnya merupakan bangunan permanen dengan lebar 1,5 meter dan panjang 52 meter.
Baca Juga: Jembatan Utama di Cimanggu Ambruk saat Dilintasi Truk, Akses 4 Desa Lumpuh
Infrastruktur itu hancur diterjang banjir bandang pada 2022, meruntuhkan separuh badan jembatan Blengbeng.
“Sejak ambruk tahun 2022 karena arus sungai, warga bersama TNI dan Polri membangun jembatan darurat agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh,” jelasnya, Selasa, 9 Desember 2025.

Namun upaya swadaya warga tak mampu menahan kondisi alam. Tanah labil di bantaran sungai membuat jembatan darurat kerap bergeser.
“Sudah sekitar lima kali diperbaiki. Jembatan yang sekarang baru empat bulan, tapi posisinya sudah miring lagi karena tanahnya bergerak. Ini sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.
Kondisi itu sudah memakan banyak korban. Warga kerap terpeleset, sepeda motor terjun ke sungai, bahkan ada pengendara yang terluka akibat terjatuh bersama kendaraannya.
Ancaman terbesar dialami para pelajar yang harus melintasi jembatan Blembeng setiap pagi dan sore hari.
“Anak-anak sekolah, petani, dan pedagang tidak punya pilihan. Ini akses satu-satunya,” tegas Pugiarto.
Melihat kondisi yang semakin membahayakan, warga bersama Muspika Cikeusik berharap Pemkab Pandeglang segera mengambil tindakan.
Mereka tidak meminta pembangunan mewah, melainkan jembatan kokoh yang aman digunakan setiap hari.