BerandaBeritaIsu Kemenkeu Ambil Alih Whoosh, Bos Danantara Buka Suara

Isu Kemenkeu Ambil Alih Whoosh, Bos Danantara Buka Suara

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkap perkembangan rencana restrukturisasi konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku pengelola kereta cepat Whoosh. Salah satu skema yang tengah dibahas adalah kemungkinan pengambilalihan konsorsium oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Dony menyampaikan, saat ini terdapat beberapa opsi restrukturisasi yang sedang difinalisasi dan hasilnya akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Tentunya ada sejumlah skema, akan kami update setelah final,” ujar Dony, Selasa, 7 April 2026.

Ia menambahkan, proses restrukturisasi diperkirakan akan selesai dalam satu hingga dua bulan ke depan.

“Iya, satu atau dua bulan lagi akan beres,” imbuhnya.

Baca Juga: Jadwal Terbaru Whoosh, Efektif Mulai 1 Februari 2025

Konsorsium Akan Disesuaikan dengan Core Business

Dony menjelaskan, restrukturisasi Whoosh bertujuan menyesuaikan komposisi konsorsium dengan bidang usaha utama masing-masing perusahaan.

Menurutnya, anggota konsorsium yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan sektor transportasi akan dievaluasi agar struktur bisnis menjadi lebih efektif dan fokus.

“Kami kembalikan semua ke porsinya. Misalnya WIKA bukan bidangnya di situ karena fokusnya sebagai kontraktor. Satu per satu kami bereskan, kami ingin semuanya diselesaikan secara tuntas,” jelasnya.

Baca Juga: Tips Memilih Nomor Kursi Whoosh Agar Dapat Pemandangan Bagus Selama Perjalanan

Pemerintah Siapkan Pengumuman Resmi

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa hasil pembahasan restrukturisasi utang proyek kereta cepat Whoosh nantinya akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Purbaya menegaskan pemerintah telah merampungkan pembahasan terkait langkah restrukturisasi yang akan diambil.

“Rapatnya sudah diputuskan, namun nanti Presiden atau pemerintah yang akan mengumumkannya secara resmi,” kata Purbaya, Jumat, 13 Maret 2026.

Ia menambahkan, arah kebijakan ke depan telah disepakati, namun belum dapat disampaikan kepada publik sebelum diumumkan secara resmi.

Nilai Investasi Capai Rp79 Triliun

Sebagai informasi, konsorsium proyek Whoosh melibatkan sejumlah BUMN, di antaranya PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Nilai investasi proyek kereta cepat tersebut mencapai sekitar US$7,2 miliar, termasuk pembengkakan biaya atau cost overrun sebesar US$1,2 miliar.

Proyek ini dibiayai melalui skema pinjaman sebesar 75 persen dari China Development Bank (CDB) serta 25 persen dari setoran modal pemegang saham, yaitu PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebesar 60 persen dan Beijing Yawan HSR Co. Ltd. sebesar 40 persen.

Untuk menutup pembengkakan biaya, pemerintah juga memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp3,2 triliun kepada PT KAI. Selain itu, CDB menambah pinjaman sebesar US$448 juta yang kemudian disalurkan kepada KCIC.

Secara keseluruhan, total utang proyek diperkirakan mencapai Rp79 triliun dengan bunga awal sekitar 3,4 persen per tahun, atau setara beban bunga sekitar US$120,9 juta per tahun.

Berdasarkan studi KCIC dan KAI, pengembalian investasi diperkirakan membutuhkan waktu hingga 38 tahun, sementara pemerintah memperkirakan jangka waktu pengembalian berada pada kisaran 30 hingga 40 tahun.

Editor : Erina Faiha

TERKAIT
- Advertisment -