BerandaBeritaHampir Sebulan Mengungsi, Warga Kuranji Serang Krisis Air Bersih

Hampir Sebulan Mengungsi, Warga Kuranji Serang Krisis Air Bersih

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Warga Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kabupaten Serang, terpaksa mengungsi hampir sebulan akibat banjir luapan Sungai Cidurian. Hingga awal Februari 2026, sebagian rumah warga masih terendam air.

Korban banjir saat ini bertahan di tenda pengungsian. Sebagian lainnya memilih mengontrak atau menumpang di rumah kerabat karena kondisi rumah belum memungkinkan untuk ditempati.

Di tengah kondisi tersebut, warga mengaku kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Untuk kebutuhan sehari-hari seperti mencuci, warga terpaksa memanfaatkan air genangan di sekitar rumah.

Baca Juga: Tiga Hari Terendam Banjir, Warga Kampung Kuranji Keluhkan Gatal-Gatal dan Kekurangan Obat

Salah seorang warga, Royadi, mengatakan sejak awal banjir tidak ada distribusi air bersih ke permukiman. Bahkan untuk kebutuhan minum, warga harus membeli air dari depot isi ulang.

“Dari awal air bersih enggak ada yang masuk. Untuk minum saja kita beli air isi ulang,” ujar Royadi, Kamis 5 Februari 2026.

Ia menjelaskan, banjir mulai masuk ke permukiman sejak 5 Januari 2026. Warga mulai mengungsi pada 8 hingga 9 Januari karena ketinggian air terus meningkat.

Menurut Royadi, ketinggian air saat puncak banjir mencapai satu hingga dua meter. Hingga kini, warga telah mengungsi hampir satu bulan penuh.

Untuk kebutuhan logistik makanan, Royadi menyebut dapur umum di wilayah Carenang masih berfungsi dengan baik. Bantuan datang dari berbagai pihak, termasuk pemerintah.

“Kalau logistik makanan alhamdulillah bagus, baik dari Dinsos maupun Kemensos,” katanya.

Baca Juga: Banjir Rendam Kampung Kuranji, BPBD Lakukan Evakuasi Warga dengan Dua Perahu Karet

Saat ini, air mulai berangsur surut. Namun, genangan di dalam rumah warga masih mencapai sekitar setengah meter sehingga belum seluruhnya bisa ditempati.

“Sudah ada warga yang mulai kembali buat bersih-bersih. Kalau banjir, memang kami langganan tiap tahun,” tuturnya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Serang segera membangun atau memperkuat tanggul Sungai Cidurian.

Mereka menilai kondisi tanggul yang menurun menjadi penyebab air mudah meluap ke permukiman.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -