Cilegon, Bantentv.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan melalui berbagai langkah konkret, salah satunya dengan program tanam jagung yang digagas Ditpolairud Polda Banten bersama Pemerintah Kota Cilegon dan para petani.
Kegiatan tanam jagung ini dilaksanakan dengan memanfaatkan lahan tidur di Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, sebagai bentuk optimalisasi potensi lahan yang belum tergarap.
Program tanam jagung tersebut melibatkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta masyarakat petani setempat.
Baca Juga: Banten Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Tanam Jagung Hibrida
Melalui kolaborasi ini, kegiatan tanam jagung tidak hanya menjadi simbol sinergi, tetapi juga langkah nyata dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian di wilayah Banten.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengky menyampaikan bahwa tanam jagung merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, dengan target panen pada Agustus mendatang.
Selain itu, para petani juga mendapatkan bantuan pupuk guna menunjang perawatan tanaman jagung agar hasil panennya optimal.

Penanaman dilakukan di atas lahan seluas empat hektare, dengan tujuan memenuhi kebutuhan jagung di Provinsi Banten yang mencapai sekitar 1,5 juta ton per tahun, atau setara dengan sekitar 4.000 kilogram per hari.
“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat, termasuk melalui pemerintah daerah, untuk memanfaatkan lahan yang ada. Salah satunya dengan menanam jagung, karena hal ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kapolda juga mengajak pemerintah daerah dan para petani untuk terus mengembangkan tanam jagung, terutama di lahan bekas galian tambang yang masih bisa dimanfaatkan.
“Pengusaha tambang, wajib melaksanakan reboisasi setelah memanfaatkan hasil tambang guna mencegah banjir dan tanah longsor. Sebelum penanaman kelapa yang membutuhkan waktu 5–6 tahun, lahan dapat dimanfaatkan dalam jangka pendek sekitar 4 bulan melalui tumpang sari dengan menanam jagung hingga masa panen,” terangnya.