Serang, Bantentv.com – Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Kabupaten Serang mengunjungi puluhan siswa-siswi Al-khairiyah Rancaranji yang melintasi jembatan putus demi bisa sampai ke sekolah di Desa Kramatlaban. Lokasi sekolah tersebut ada di Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang.
Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan keselamatan para siswa aman, sesuai dengan tupoksinya yakni perlindungan terhadap anak.
Kepala DKBPPPA Kabupaten Serang Haerofiatna mengatakan, pihaknya merasa prihatin para siswa Al-khairiyah yang harus melintasi jembatan putus demi bisa sampai ke sekolah.
“Saya merasa prihatin melihatnya, karena sesuai tugas pokok dan fungsi saya yaitu tentang perlindungan anak. Jadi anak ini harus tetap sekolah karena masa depan bangsa ada di mereka,” ujarnya pada Kamis petang, 22 Januari 2026.
Ia mengatakan, DKBPPPA tetap fokus terhadap perlindungan anak dan guru agar bisa melanjutkan sekolah. Walau demikian, kadang mereka datang sedikit terlambat ke sekolah dikarenakan terganggu infrastruktur.
“Kami minta anak-anak harus tetap sekolah, walaupun telat sedikit datang ke sekolah dikarenakan terkendala infrastruktur jembatan yang putus,” ucapnya.
Baca Juga: Berangkat Sekolah dengan Taruhan Nyawa, Siswa Terpaksa Lewati Jembatan Putus di Padarincang
Haero menambahkan, pihaknya akan menyampaikan ke pimpinan terkait kondisi yang ada di Padarincang. Hal ini mengenai terputusnya penghubung infrastruktur jembatan di Desa Kramatlaban.
“Saya akan sampaikan ke pimpinan kondisi di lapangan, dan semoga jembatan yang putus cepat dibangun segera,” tuturnya.
Kepala Sekolah MA Al-Khairiyah Rancaranji hidayat muslih menjelaskan, ada sebanyak 47 siswa yang terdampak akibat akses jalannya terputus jembatan tersebut.
Ia juga mengatakan, jika siswa tidak melewati jembatan ini maka mereka harus muter sepanjang empat kilo untuk bisa sampai ke sekolah.
“Kalo siswa yang berasal dari Desa Bugel itu ada 47 siswa, dan anak-anak ini tiap hari lewat sini karena memang tadi jaraknya dekat, dan jika lewat depan harus muter sepanjang 4 kilo,” ujarnya.
Baca Juga: Banjir Padarincang, Kapolda Banten Pastikan Evakuasi dan Bantuan Berjalan
Hidayat menambahkan, akibat peristiwa akses jembatan yang putus ini tentunya aga mengganggu, dikarenakan murid rata-rata datang ke sekolah berjalan kaki.
“Saya selaku kepala sekolah berharap jembatan ini dapat cepatnya dibangun, supaya para siswa yang berangkat sekolah dengan berjalan kaki bisa merasa aman dan nyaman. Dan dampak ini bukan dirasakan kepada para siswa saja, melainkan masyarakat setempat juga ikut terdampak akibat jembatan putus,” jelasnya.
Sementara itu salah seorang siswa MTs Al-Khairiyah Rancaranji Nurmila menjelaskan, sebenarnya jembatan ini ambruk sudah dua minggu yang lalu. Namun kondisinya tidak terlalu parah.
“Sebetulnya jembatan ini sudah putus sudah lama ya, cuma ya belum begitu parah masih bisa dilewati sedikit mah kemudian makin lama makin parah, namun terpaksa kita lewat sini dikarenakan dekat dan jika lewat depan tidak memungkinkan dikarenakan jauh,” ungkapnya.
Ia juga mengaku, meskipun merasa takut saat menyeberangi jembatan ini, namun mau bagaimana lagi agar tidak terlambat untuk datang ke sekolah.
“Sebetulnya saya takut lewat jembatan putus ini, namun gak ada jalan lagi untuk ke sekolah yang lebih dekat,” ujarnya.
Ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten Serang agar dapat memperbaiki jembatan ini. Harapannya supaya pergi ke sekolah bisa merasa aman, tenang dan tidak terlambat lagi.
“Tentunya semoga ibu bupati bisa mengerti kami, dan bisa segara memperbaiki jabatan ini agar kami pergi ke sekolah seperti biasa dan tidak terlambat,” ucapnya.
Editor : Erina Faiha