Pandeglang, Bantentv.com – Kemeriahan Gebrag Ngadu Bedug 2026 di Alun-alun Pandeglang benar-benar menyedot perhatian publik. Tak hanya kaum bapak-bapak, ratusan emak-emak, anak-anak hingga remaja turut ambil bagian sebagai peserta.
Mereka tampil penuh semangat memukul bedug dengan ritme rancak yang dipadukan dengan tarian tradisional. Penampilan para peserta sukses menghibur sekaligus memukau ribuan pengunjung yang memadati lokasi acara.
Tradisi Ngadu Bedug khas masyarakat Pandeglang bukanlah adu fisik antarbedug hingga rusak. Tradisi ini merupakan ajang adu kreativitas, di mana peserta menampilkan kepiawaian menyanyikan lagu-lagu tradisional yang diiringi tabuhan bedug khas daerah.
Baca Juga: Panduan Lengkap Menuju Gebrag Ngadu Bedug 2026: Rute Mobil Pribadi dan Bus ke Pandeglang
Selain menjadi hiburan rakyat, tradisi turun-temurun tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarkampung sekaligus menjaga kelestarian seni budaya asli Pandeglang agar tetap eksis di tengah perkembangan zaman.
Pada tahun ini, suasana kompetisi terasa semakin meriah. Perwakilan dari 20 kampung di Kabupaten Pandeglang menampilkan kreativitas masing-masing melalui panggung pameran mini yang dihiasi beragam dekorasi dan ornamen khas daerah.
Baca Juga: Bangga! Tiga Tradisi Adat di Banten Masuk Daftar Karisma Event Nusantara 2025
Cerita menarik datang dari Iksan, salah satu peserta cilik yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Meski harus membagi waktu dengan kegiatan belajar, ia tetap bersemangat mengikuti perlombaan demi mengharumkan nama kampungnya.
“Ini sudah kedua kalinya saya ikut lomba. Perasaannya senang sekali. Persiapan sebenarnya sudah satu tahun, tetapi latihan intensif dilakukan sekitar satu bulan. Harapannya tentu ingin juara agar bisa membanggakan Kampung Kadu Kupa,” kata Iksan, Minggu, 1 Juni 2026.
Kegembiraan serupa juga dirasakan Asyfa, peserta remaja putri yang baru pertama kali mengikuti Gebrag Ngadu Bedug. Demi tampil maksimal, ia rela meluangkan waktu istirahat pada malam hari untuk berlatih. “Ikut Gebrag Ngadu Bedug karena tertarik ingin memeriahkan sendiri sekaligus belajar bersama kelompok. Karena ini pertama kali, saya sempat deg-degan. Namun, karena sudah latihan lebih dari satu bulan, saya tetap optimistis bisa menang,” ujar Asyfa.
Baca Juga: Masuk KEN Dua Tahun Berturut-turut, Wagub Dimyati Resmi Buka Gebrag Ngadu Bedug 2026
Panitia Gebrag Ngadu Bedug 2026, Aminudin, menjelaskan bahwa event yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) tersebut mengusung tema “Tang Ting Tung Dong, Warna Bunyi dalam Jerami”.
Tema tersebut tercermin dari konsep dekorasi yang mendominasi area acara. Panggung utama hingga saung peserta dibangun menggunakan instalasi berbahan dasar jerami padi.
“Tang Ting Tung Dong merupakan representasi warna bunyi dalam seni tilingtit. Tahun ini kami memanfaatkan jerami sebagai elemen utama kegiatan, mulai dari pembuatan saung hingga ornamen estetis. Jerami dipilih karena selama ini sering dianggap limbah pertanian. Melalui acara ini, jerami diolah menjadi karya artistik bernilai tinggi sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai pengetahuan tradisional masyarakat,” jelas Aminudin.
Menurutnya, Ngadu Bedug merupakan kesenian tradisional masyarakat Pandeglang yang biasanya digelar secara swadaya oleh warga antarkampung menjelang maupun setelah Hari Raya Idulfitri. Kini, tradisi tersebut dikemas menjadi festival budaya berskala besar yang mampu menarik wisatawan.
“Harapan kami, Gebrag Ngadu Bedug dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena terbukti memberikan dampak positif bagi Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten. Tidak hanya menggerakkan ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat pelestarian budaya dan mempererat hubungan sosial masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Erina Faiha