Pandeglang, Bantentv.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Pandeglang menggelar kegiatan pendidikan politik bagi ratusan kader dan pengurus, Rabu, 18 Februari 2026.
Kegiatan Demokrat ini berlangsung di salah satu kafe dan restoran di Pandeglang, sekaligus menjadi ajang konsolidasi menjelang Hari Raya Idulfitri.
Sekitar 200 peserta dari berbagai tingkatan struktur Partai Demokrat hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari jajaran pengurus DPC hingga Ketua, Sekretaris, dan Bendahara dari 35 Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Pandeglang.
Kegiatan yang digelar oleh Demokrat ini tidak hanya berfokus pada edukasi politik, tetapi juga menunjukkan soliditas internal partai.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi serta anggota DPRD Pandeglang dari Fraksi Demokrat, seperti Agus Bustomi, Linda Kurniasari, Cicih, Jai Suryadi, dan Syamsudin Aliandono.
Baca Juga: DPC Demokrat Pandeglang Gelar Rakercab 2025 sebagai Forum Evaluasi Organisasi
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pandeglang, Fuhaira Amin, menegaskan bahwa pendidikan politik merupakan instrumen penting untuk mencetak kader yang berkualitas sekaligus memperkuat arah perjuangan partai.
“Hari ini kita melakukan pendidikan politik bagi kader dan pengurus Partai Demokrat Pandeglang, yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama. Ini adalah momen untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyatukan visi,” ujar Fuhaira.
Dalam arahannya, Fuhaira menekankan pentingnya partisipasi aktif dalam dunia politik. Ia mengingatkan agar kader Demokrat tidak sekadar menjadi pengikut, melainkan memahami peran, fungsi, serta tujuan dalam berpartai.
“Saya sampaikan, kader harus melek, buka mata, buka telinga. Jangan sekadar ikut-ikutan. Kita harus memahami tujuan menjadi kader politik, apa fungsinya, dan apa tujuannya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti fenomena masyarakat yang cenderung apatis terhadap politik, namun kerap memberikan kritik tanpa terlibat langsung dalam prosesnya. Menurutnya, partai politik, termasuk Demokrat, merupakan wadah penting dalam melahirkan pemimpin, baik di eksekutif maupun legislatif.
“Seburuk-buruknya orang bodoh adalah mereka yang buta politik. Kadang masyarakat acuh dan tidak mau berpartisipasi, tapi akhirnya menyalahkan. Padahal, proses kepemimpinan harus didorong oleh semua pihak melalui kaderisasi yang baik,” tambahnya.
Menjelang penutupan kegiatan, Fuhaira atas nama pimpinan Partai Demokrat menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh kader yang hadir. Ia berharap momentum Idul Fitri dapat menjadi awal baru bagi Demokrat Pandeglang untuk terus berbenah dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.
“Mohon maaf apabila ada kata-kata atau kebijakan yang kurang berkenan. Mudah-mudahan ke depan, dengan saling memaafkan, kita bisa memulai catatan baru untuk memperbaiki segala hal demi kemajuan daerah,” pungkasnya.