Cilegon, Bantentv.com – Cuaca buruk yang melanda perairan Selat Sunda berdampak signifikan terhadap aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Merak. Angin kencang disertai gelombang tinggi membuat pelayanan angkutan penyeberangan mengalami keterlambatan di sejumlah dermaga.
Kondisi ini memicu antrean kendaraan yang cukup panjang, terutama kendaraan angkutan barang yang hendak menyeberang menuju Pulau Sumatra.
Akibat situasi tersebut, ratusan truk terpaksa tertahan di ruas Jalan Cikuasa Atas sejak Selasa malam. Antrean tidak hanya terjadi di dalam area pelabuhan, tetapi juga meluas hingga ke luar kawasan Pelabuhan Merak.
Baca Juga: Kemenhub Siapkan Pelabuhan Merak hingga KBS untuk Arus Penyeberangan Libur Nataru 2025
Kendaraan yang seharusnya sudah menyeberang harus menunggu berjam-jam karena kapal kesulitan sandar akibat cuaca ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba.
Salah satu sopir, Yusron, mengaku telah berada dalam antrean sejak Selasa pukul 18.00 WIB dan hingga kini belum juga mendapat giliran berangkat.
“Sudah antre sejak kemaren, katanya karena cuaca buruk jadi gabisa naik kapal,” katanya. Ia menyebutkan bahwa kondisi tersebut membuat waktu tempuh menjadi tidak pasti dan berdampak pada jadwal pengiriman barang.

Menurut Yusron, situasi seperti ini sebenarnya bukan hal baru, terutama saat memasuki periode libur panjang. Ia mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
“Sudah biasa seperti ini, apalagi mendekati natal jadi mau gamau harus dilewati,” tuturnya. Antrean panjang yang melibatkan truk tersebut pun semakin menambah kepadatan di sekitar pelabuhan.
Kondisi antrean diperparah dengan adanya pembatasan kendaraan sumbu tiga yang diberlakukan mulai 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Pembatasan ini membuat banyak pengemudi berupaya menyeberang lebih awal sebelum aturan berlaku penuh.
“Apalagi ini pada ngejar yang katanya ada pelarangan truk jalan, jadi ya pada numpuk ini,” tambahnya.
Hingga saat ini, pihak ASDP Merak belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan antrean panjang kendaraan, termasuk truk yang masih tertahan akibat cuaca buruk.