Serang, Bantentv.com – Pemerintah Desa Siremen, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) meluncurkan unit usaha bebek petelur sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa, pada Selasa, 23 Desember 2025.
Peluncuran usaha ini ditandai dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Muhit Karna, Ketua MUI Kabupaten Serang, serta dihadiri oleh Camat Tanara, Kepala Desa Siremen, Ketua BPD Siremen, dan masyarakat setempat.
Supriatna, Direktur BUMDes Siremen Jaya, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 700 ekor bebek petelur yang tengah dibudidayakan. Ia menambahkan bahwa pemilihan bebek petelur dikarenakan mudah dalam perawatan dan kondisi geografis desa yang mendukung, dikelilingi area persawahan.
“Kami memilih budidaya bebek petelur untuk mempertahankan tradisi Desa Siremen yang terkenal dengan beternak bebek. Semoga saya yang diberi amanat ini bisa mengelola usaha ini sebaik-baiknya dan memajukan BUMDes,” ungkapnya.
Baca Juga: Jalan Lingkungan di Desa Siremen Kabupaten Serang Dibeton
Kepala Desa Siremen, Efendi, menyebut bahwa ini adalah pertama kalinya BUMDes mengelola unit usaha bebek petelur di desanya. Pihak desa telah mengalokasikan 20 persen dana desa untuk mendukung ketahanan pangan pada tahun 2025.
“Alhamdulillah, sekian tahun saya menjabat, baru tahun ini BUMDes Siremen terbentuk. Sebelumnya, program ketahanan pangan lebih banyak diarahkan pada pembangunan fisik seperti jalan usaha tani. Hari ini, BUMDes Siremen resmi diresmikan,” ujar Efendi.
Ia menambahkan, ke depan pihaknya akan terus mendorong BUMDes agar berkembang dan menambah unit usaha baru, seperti palawija, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Saya berharap BUMDes ini terus maju, berkembang, dan menambah unit usaha di masa depan,” tambahnya.
Baca Juga: Warga Desa Siremen Peringati Isra Mikraj Nabi Muhammad 1446 H
Camat Tanara, Farid Anwar, mengapresiasi langkah BUMDes Siremen dalam memanfaatkan potensi desa melalui budidaya bebek petelur.
“Saya sangat bangga karena dari sembilan desa, Desa Siremen sudah melaksanakan peresmian ini dan memanfaatkan potensi lokal,” ujarnya.
Ia juga berharap usaha ini dapat berkembang lebih baik sehingga perekonomian desa ikut meningkat.
“Dengan adanya program BUMDes budidaya bebek, selaras dengan arahan Presiden untuk menjaga ketahanan pangan dan mendukung program MBG, agar bahan baku tidak lagi dibeli dari luar Kecamatan Tanara, sehingga perputaran ekonomi tetap ada di desa,” pungkasnya.
Editor : Erina Faiha