BerandaBeritaBerdayakan Petani Lokal, SPPG Sukaratu Jadi Pionir Dapur Ekosistem di Banten

Berdayakan Petani Lokal, SPPG Sukaratu Jadi Pionir Dapur Ekosistem di Banten

Saluran WhatsApp

Pandeglang, Bantentv.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukaratu di Kecamatan Majasari mencetak sejarah baru dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berbeda dengan unit lainnya, SPPG ini mengusung konsep Dapur Ekosistem yang mengintegrasikan pemberdayaan petani lokal dengan pemenuhan gizi.

Diresmikan pada Selasa, 27 Januari 2026, Sukaratu menjadi yang pertama di Kabupaten Pandeglang, bahkan di Provinsi Banten, yang membangun kemandirian pangan dari hulu ke hilir.

Konsep ekosistem ini bukan sekadar jargon. Mitra SPPG Sukaratu, Mulyadi, menjelaskan pihaknya membina langsung 27 petani lokal untuk menyuplai bahan baku sayuran segar seperti wortel, buncis, kacang panjang, hingga timun.

“Kami membiayai petani, membantu pupuk dan bibitnya. Nanti setelah panen, mereka menjual hasilnya ke dapur kami. Hasilnya (CSR) akan kita gulirkan lagi untuk bantuan bibit berikutnya,” ujar Mulyadi.

Baca Juga: SPPG Kota Serang Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal Lewat Program MBG

Langkah ini dinilai menjadi solusi nyata dalam menekan inflasi pangan di tingkat daerah. Dengan menyerap hasil bumi lokal, ketergantungan pada pasokan luar daerah dapat diminimalisir, sekaligus menghidupkan ekonomi desa.

SPPG Sukaratu Jadi Pionir Dapur Ekosistem di Banten
SPPG Sukaratu Jadi Pionir Dapur Ekosistem di Banten

Tak hanya soal bahan baku, proses pengolahan di SPPG Sukaratu juga memiliki standar kesehatan yang ketat. Untuk menjaga kualitas nutrisi, penggunaan minyak goreng dibatasi hanya 20 persen.

Metode memasak yang digunakan lebih mengutamakan Mengukus, (Steaming), Merebus, dan Presto. Penggunaan protein hewani pun dioptimalkan melalui pemanfaatan ikan laut segar, guna memastikan asupan protein terbaik.

Baca Juga: 56 Dapur MBG Dinonaktifkan Usai Polemik dan Timbulkan Keracunan

Wakil Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Banten, Komarudin, memberikan apresiasi saat peresmian dapur tersebut. Menurutnya, SPPG Sukaratu adalah role model bagi SPPG lainnya.

“Ini termasuk yang perdana di Banten. SPPG lain masih fokus pada operasional dapur, tapi di sini Pak Mulyadi sudah konsen soal ekosistem pemenuhan kebutuhannya,” ungkap Komarudin.

Ia menambahkan, ke depan hasil panen dari petani binaan Sukaratu diharapkan tidak hanya menyuplai dapur sendiri, tetapi juga menjadi pemasok bagi SPPG lain di wilayah sekitarnya.

“Ini peluang emas bagi petani setempat. Petani kita sebenarnya sudah pintar bertani, masalah utamanya seringkali di pemasaran. Nah, kehadiran SPPG ekosistem inilah jawabannya,” pungkasnya.

Editor : Erina Faiha

TERKAIT
- Advertisment -