Serang, Bantentv.com – Kondisi memprihatinkan dialami siswa-siswi Al-Khairiyah saat hendak berangkat ke sekolah di Kampung Rancaranji, Desa Kramatlaban, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.
Mereka terpaksa harus melintasi jembatan yang ambruk demi bisa sampai ke sekolah. Jembatan tersebut menjadi satu-satunya akses terdekat yang menghubungkan wilayah permukiman dengan lokasi sekolah.
Jembatan yang terbuat dari kayu dan bambu itu merupakan penghubung antara Desa Kramatlaban dan Desa Bugel.
Baca Juga: Empat Tahun Bertaruh Nyawa di Jembatan Rapuh Penghubung Cisata–Pagelaran
Meski kondisi jembatan sudah rusak dan berisiko membahayakan keselamatan, jembatan tersebut tetap dilalui karena menjadi jalur terdekat menuju sekolah. Jika tidak melewati jembatan ini, para siswa harus menempuh jarak yang jauh dengan waktu tempuh lebih lama.
Salah seorang siswa MTs Al-Khairiyah Rancaranji, Nurmila, menjelaskan bahwa jembatan tersebut sebenarnya sudah ambruk sejak dua minggu lalu, namun awalnya kerusakan belum terlalu parah.
“Sebetulnya jembatan ini sudah putus sudah lama ya, cuma ya belum begitu parah masih bisa dilewati sedikit mah kemudian makin lama makin parah, namun terpaksa kita lewat sini dikarenakan dekat dan jika lewat depan tidak memungkinkan dikarenakan jauh,” ungkapnya, Kamis, 22 Januari 2026.

Ia mengaku merasa takut setiap kali harus menyeberangi jembatan yang kondisinya kian memburuk. Namun, tidak ada pilihan lain agar tetap bisa datang ke sekolah tepat waktu.
“Sebetulnya saya takut lewat jembatan putus ini, namun gak ada jalan lagi untuk ke sekolah yang lebih dekat,” ujarnya.
Menurut Nurmila, jika harus melewati jalur depan, jarak tempuh menuju sekolah bisa mencapai sekitar 30 menit. Sementara itu, dengan melewati jembatan yang rusak, waktu tempuh hanya sekitar 10 menit.
“Kalo jalan kaki lewat depan bisa setengah jam, kadang sampai ke sekolahan juga terlambat, makanya kita potong lewat sini,” tuturnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Serang dapat segera melakukan perbaikan jembatan agar para siswa dapat berangkat ke sekolah dengan aman dan nyaman, tanpa harus mempertaruhkan keselamatan.
“Tentunya semoga ibu bupati bisa mengerti kami, dan bisa segera memperbaiki jembatan ini agar kami pergi ke sekolah seperti biasa dan tidak terlambat,” ucapnya.