Kabupaten Serang, Bantentv.com – Bencana hidrometeorologi melanda wilayah Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Kejadian ini diakibatkan hujan berintensitas sedang hingga lebat yang berlangsung selama lebih dari satu hari. Peristiwa ini terjadi sejak Senin, 12 Januari hingga Selasa, 13 Januari 2026. Dampaknya terasa pada 20 desa di 9 kecamatan.
Berdasarkan laporan mutakhir BPBD Kabupaten Serang, bencana yang terjadi meliputi banjir, angin kencang, serta pergerakan tanah.
Kondisi tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang disertai angin kencang. Hal ini menyebabkan luapan sungai dan genangan air di sejumlah permukiman warga.
Banjir tercatat terjadi di Kecamatan Padarincang, Cinangka, Kibin, Ciruas, Kramatwatu, Kragilan, dan Anyer. Titik terparah berada di kawasan perumahan padat penduduk.
Baca Juga: Sungai Ciujung Meluap, Sekitar 500 Rumah di Kibin Terendam Banjir
Selain itu, angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang dilaporkan di Kecamatan Anyer. Sementara pergerakan tanah terjadi di Kecamatan Mancak dan Cikeusal.
BPBD mencatat, sebanyak 4.268 kepala keluarga atau 14.972 jiwa terdampak, terdiri dari lansia, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Tidak dilaporkan adanya korban luka maupun korban jiwa.
3.925 rumah terdampak, mayoritas akibat banjir. Selain rumah warga, satu fasilitas pendidikan yakni SDN Pamong turut terdampak genangan.
Kerusakan lain meliputi dua rumah akibat longsor dan satu rumah rusak akibat angin kencang.
Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke titik-titik aman. Di antaranya adalah Masjid Jaminuroh, Musala Al Amin, serta rumah warga. Total ratusan jiwa dievakuasi secara bertahap.
Upaya Penanganan
BPBD Kabupaten Serang bersama tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, dan relawan telah melakukan berbagai langkah penanganan.
Upaya tersebut meliputi evakuasi warga, asesmen lapangan, koordinasi lintas sektoral, hingga pengerahan alat penyedot air di wilayah terdampak banjir.
Pemantauan dan evaluasi dilakukan secara berkala melalui rapat Pusdalops pagi dan sore guna memastikan respons cepat dan akurat.
Hingga laporan terakhir, sebagian besar wilayah terdampak banjir di Kecamatan Anyer, Kramatwatu, dan Kragilan dilaporkan mulai kondusif.
Warga melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman, sementara tim masih melakukan pendataan lanjutan.