Pandeglang, Bantentv.com – Bencana banjir di Kabupaten Pandeglang semakin meluas seiring cuaca ekstrem yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang per Sabtu, 20 Desember 2025, wilayah terdampak kini mencakup tujuh kecamatan.
Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sejumlah sungai besar meluap. Akibatnya, permukiman warga terendam dan akses jalan di belasan desa terputus, mengganggu aktivitas masyarakat.
Kondisi terparah terjadi di Desa Idaman, Kecamatan Patia. Sejak Jumat hingga Sabtu pagi, ketinggian air terus meningkat dan mulai masuk ke dalam rumah warga. Warga setempat menyebut banjir kali ini lebih cepat naik dibanding kejadian sebelumnya.
BPBD-PK Pandeglang mencatat sedikitnya 11 desa di tujuh kecamatan terdampak banjir, dengan total warga terdampak mencapai 747 kepala keluarga (KK).
Baca Juga: Banjir Sungai Cilemer Putus Akses Jalan, 4 Kampung di Pandeglang Terisolasi
Ketujuh kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Patia, Pagelaran, Saketi, Cisata, Carita, Labuan, dan Jiput.
Kenaikan debit air yang berlangsung cepat memicu kekhawatiran warga. Di Desa Surianeun, Kecamatan Patia, sebagian warga memilih mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

“Air mulai naik sejak sore dan terus bertambah sampai malam. Hujannya sudah hampir seminggu. Demi keselamatan, kami terpaksa mengungsi ke rumah tetangga yang lebih tinggi,” ujar Surmi, salah satu warga terdampak.
Merespons kondisi tersebut, BPBD-PK Kabupaten Pandeglang mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke sejumlah titik banjir.
Tim ditugaskan untuk membantu evakuasi warga, melakukan pendataan dampak, serta memastikan kebutuhan darurat terpenuhi.
“Kami menurunkan tim secara penuh di beberapa lokasi. Perahu karet dan boat juga telah disiagakan untuk membantu proses evakuasi warga,” kata Sekretaris BPBD-PK Pandeglang, Nana Mulyana.
BPBD-PK mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai dan wilayah dataran rendah, untuk meningkatkan kewaspadaan.
Berdasarkan prakiraan cuaca, intensitas hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan, sehingga risiko banjir susulan tetap perlu diantisipasi.