BerandaBeritaAntisipasi Gelombang Tinggi, KSOP Banten Siapkan Skenario Kontinjensi Nataru

Antisipasi Gelombang Tinggi, KSOP Banten Siapkan Skenario Kontinjensi Nataru

Saluran WhatsApp

Cilegon, Bantentv.com – Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten menyusun skenario khusus. Ini untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem di perairan Selat Sunda yang kerap terjadi menjelang akhir tahun.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan keselamatan dan keamanan angkutan laut selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kepala KSOP Banten, Capt. Bharto Raharjo, menegaskan bahwa fokus utama pengamanan Nataru tahun ini adalah penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang lebih ketat. Khususnya terkait ambang batas cuaca yang diperbolehkan bagi operasional kapal.

“Kami tidak akan mengambil risiko sekecil apa pun jika kondisi cuaca tidak bersahabat. Karena ini menyangkut keselamatan pengguna jasa,” ujar Bharto, Jumat, 12 Desember 2025.

Baca Juga: KSOP Banten Siapkan 79 Kapal untuk Nataru, 5 Di Antaranya Tidak Beroperasi

Ia menjelaskan, KSOP Banten telah menetapkan batas toleransi ketinggian gelombang dan kecepatan angin. Ini wajib dipatuhi oleh seluruh operator kapal di empat pelabuhan penyeberangan yang beroperasi di wilayah Banten.

“SOP sudah jelas. Jika tinggi gelombang mencapai dua meter dan kecepatan angin lebih dari 20 knot, maka operasional kapal akan dihentikan. Dermaga juga akan ditutup sementara,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi dampak penghentian operasional akibat cuaca buruk, KSOP Banten juga telah menyiapkan skenario kontinjensi secara matang.

Apabila kapal tidak dapat berlayar, kendaraan dan penumpang tidak akan dibiarkan menumpuk di area dermaga.

“Dari empat dermaga yang ada, kami sudah menyiapkan rencana kontinjensi. Termasuk buffer zone dan sistem penundaan (delaying system), agar calon penumpang tetap terakomodasi dengan baik,” jelas Bharto.

KSOP Banten berharap, langkah antisipatif ini dapat memastikan kelancaran, keamanan, dan keselamatan transportasi laut selama puncak arus libur Natal dan Tahun Baru di wilayah Selat Sunda.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -