BerandaBeritaAkui Salah, Oknum Pendemo Lecehkan Profesi Wartawan Minta Maaf

Akui Salah, Oknum Pendemo Lecehkan Profesi Wartawan Minta Maaf

Saluran WhatsApp

Pandeglang, Bantentv.com – Kasus dugaan pelecehan terhadap profesi wartawan oleh seorang pendemo di halaman Gedung DPRD Pandeglang akhirnya diselesaikan secara damai.

Aktivis yang sebelumnya melontarkan ucapan tidak menyenangkan kepada wartawan, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf.

Permohonan maaf tersebut disampaikan baik secara lisan maupun tertulis dalam surat pernyataan yang ditandatanganinya.

Baca Juga: Pendemo di Pandeglang Diduga Lecehkan Profesi Wartawan, Polisi Amankan Empat Orang

Musyawarah yang mempertemukan kedua belah pihak berlangsung di Sekretariat Kelompok Kerja Wartawan atau Porwan Pandeglang.

Dalam kesempatan itu, Ilham, yang didampingi rekan-rekannya Hadi, Mukhlas, dan Safaat, mengakui bahwa ucapannya saat aksi unjuk rasa tersebut keluar secara spontan di bawah tekanan emosi tinggi.

Pertemuan oknum pendemo dengan para wartawan di Sekretariat Kelompok Kerja Wartawan (Bantentv.com/ Rangga)
Pertemuan oknum pendemo dengan para wartawan di Sekretariat Kelompok Kerja Wartawan (Bantentv.com/ Rangga)

Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk merendahkan profesi siapa pun.

Ilham kemudian mendatangi Sekretariat Porwan untuk menyampaikan penyesalan dan memastikan insiden serupa tidak terulang kembali.

“Saya memohon maaf kepada seluruh profesi wartawan, saya sama sekali tidak menyudutkan, dari maksud dan tujuannya, khususnya kawan kawan wartawan di Kabupaten Pandeglang, umumnya se Indonesia yang merasa tersakiti atas ucapan ucapan saya,” ujarnya.

Ia menambahkan, ke depan diharapkan dapat terjalin hubungan yang lebih baik antara dirinya dan para wartawan.

Menurutnya, keberadaan media sangat penting untuk menyebarkan informasi, termasuk publikasi kegiatan unjuk rasa maupun aktivitas sosial lainnya.

Ilham juga menyebut peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi dirinya agar lebih berhati-hati dalam berbicara.

Editor: Siti Anisatusshalihah

TERKAIT
- Advertisment -