BerandaBeritaAdvertorialNawawi Nurhadi Soroti Ketimpangan Utara–Selatan

Nawawi Nurhadi Soroti Ketimpangan Utara–Selatan

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Ketimpangan pembangunan di Banten kembali menjadi perbincangan penting. Dalam Podcast Banten TV, Anggota Komisi IV DPRD Banten H. Nawawi Nurhadi berbicara panjang mengenai jurang perbedaan antara wilayah utara yang bergerak cepat dan wilayah selatan yang masih terseok oleh infrastruktur dasar yang belum memadai.

Baginya, ketimpangan ini bukan sekadar statistik pembangunan, melainkan realitas harian yang ia temui langsung di kampung halaman.

Nawawi, yang berasal dari Desa Panbang Jaya, Pandeglang, menggambarkan kondisi lapangan sebagaimana adanya jalan-jalan provinsi memang sudah berada dalam kategori “jalan mantap”, tetapi begitu masuk ke jalur antar-desa, gambarnya berubah drastis.

Banyak ruas yang rusak, sebagian tidak pernah tersentuh pembangunan. Di titik inilah ketimpangan terasa paling telanjang, betapa ruang hidup masyarakat selatan bergerak jauh lebih lambat dibandingkan utara.

Ia menyebut Banten Selatan sering kali “dekat di mata, jauh di hati”. Dekat secara geografis dengan pusat pemerintahan, tetapi jauh dari perhatian pembangunan.

Minimnya PAD kabupaten menjadi salah satu alasan stagnasi. Daerah agraris seperti Pandeglang tidak memiliki cukup ruang fiskal untuk memperbaiki jalan poros desa, jembatan lingkungan, atau akses menuju kawasan wisata.

Karena itu, Nawawi menilai sudah waktunya provinsi memberi intervensi lebih besar sebagai wujud keberpihakan terhadap wilayah yang selama ini terpinggirkan.

Dalam konteks itu, ia memuji langkah Gubernur Andra Soni melalui Program Bang Andra yang menurutnya menjadi “oksigen baru” bagi percepatan pembangunan di selatan.

Program ini mampu mengisi kesenjangan yang tak terjangkau APBD kabupaten, sekaligus membuka peluang bagi desa-desa yang selama ini terisolasi.

Namun Nawawi mengingatkan stimulus ini jangan berhenti pada satu titik. Pemerataan harus konsisten.

Infrastruktur harus mengalir ke seluruh wilayah, bukan hanya ke spot tertentu. Dan intervensi provinsi harus menyatu dengan kebutuhan riil masyarakat.

Pembangunan yang merata, tegas Nawawi, akan berdampak langsung pada pergerakan ekonomi.

Jalan dan jembatan yang baik menurunkan biaya logistik pertanian, mempermudah akses wisatawan, dan menciptakan ekosistem ekonomi baru di selatan.

“Kalau infrastrukturnya tidak menunjang, wisatawan enggan datang. Petani pun menanggung biaya logistik lebih besar,” ujarnya.

Lewat reses yang rutin ia lakukan, Nawawi mendengar keluhan yang terus berulang, yakni jalan lingkungan rusak, drainase tidak memadai hingga memicu banjir, dan jaringan irigasi yang membutuhkan normalisasi.

Semua data itu ia bawa ke OPD dan langsung ke Gubernur agar menjadi prioritas pembangunan.

Di akhir dialog, Nawawi menyampaikan optimisme bahwa kepemimpinan baru di Banten membawa arah yang jelas: menghapus ketimpangan dan mempercepat pemerataan.

Visi itu, menurutnya, bisa menjadi fondasi untuk mewujudkan masa depan Banten yang lebih setara.

“Kalau aksesnya bagus, investor datang, wisata hidup, ekonomi bergerak. Banten bisa melesat,” ujarnya. (Adv)

TERKAIT
- Advertisment -