Lebak, Bantentv.com – Dinas Pertanian Kabupaten Lebak memastikan sekitar 50 hektare lahan yang ditanami padi puso atau terancam gagal panen setelah terendam banjir beberapa hari lalu.
Kepala Bidang Bina Usaha Pertanian dan Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Irwan Riyadi, mengungkapkan bahwa secara keseluruhan luas lahan sawah yang terdampak banjir di Kabupaten Lebak mencapai 154 hektare. Dari jumlah tersebut, 50 hektare di antaranya mengalami puso atau gagal panen total.
“Kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Cibadak. Lahan yang dinyatakan puso seluas 50 hektare dan semuanya berada di wilayah tersebut,” ujar Irwan.
Baca Juga: Ratusan Hektar Sawah di Banten Alami Puso
Menurutnya, paling banyak terjadi di Kecamatan Cibadak. Seperti di Desa Cisangu, dengan lahan yang terendam banjir mencapai 101 hektare terdampak. Usia padi yang puso rata-rata antara 22 sampai 67 hari setelah tanam.
“Walaupun air sudah surut, tanaman padinya sudah rusak dan kusut. Itu tidak bisa diselamatkan dan dipastikan gagal panen,” jelasnya.
Irwan juga menyinggung rendahnya partisipasi petani dalam program asuransi pertanian yang dikelola PT Jasindo. Sejak 2025, premi asuransi tidak lagi disubsidi pemerintah dan harus dibayar secara swadaya oleh petani.
Editor : Erina Faiha