Serang, Bantentv.com — Sebanyak 40 hektar lahan persawahan di Desa Kebuyutan, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang mengalami kekeringan akibat tidak optimalnya aliran irigasi.
Kondisi ini membuat petani terpaksa menunda musim tanam yang seharusnya sudah dimulai.
Kepala Desa Kebuyutan, Habudin, menjelaskan bahwa total luas persawahan di wilayahnya mencapai 195 hektar.
Namun, sekitar 40 hektar di antaranya tidak mendapat suplai air karena kebocoran pada saluran kali tersier dan pendangkalan Sungai Ciujung Lama di wilayah Desa Puser.
“Di desa kami ini ada 195 hektar sawah, dan 40 hektar di antaranya kering. Kekeringan ini terjadi akibat kebocoran aliran air dari desa sebelah,” kata Habudin, Rabu, 29 Oktober 2025.
Ia menambahkan, kondisi ini berdampak langsung pada jadwal tanam yang terhenti karena lahan tidak dapat diolah.
Baca Juga: Permudah Akses Pertanian, Pemdes Puser Kembali Bangun Jalan Usaha Tani
Mayoritas warga setempat bekerja sebagai petani, sehingga kerugian ekonomi dikhawatirkan semakin besar apabila masalah irigasi tidak segera ditangani.
“Harusnya sudah masuk musim tanam, tapi karena sawah kering, petani belum bisa menanam padi,” ujarnya.
Pemerintah Desa Kebuyutan berharap adanya penanganan serius dari pihak terkait, khususnya Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3), untuk memperbaiki saluran air yang bocor dan melakukan normalisasi sungai.
Sekretaris Kecamatan Tirtayasa, Munapri, membenarkan bahwa dampak kekeringan juga terjadi di Desa Kemanisan.
“Ada dua desa yang terdampak, Kebuyutan dan Kemanisan. Kami berharap perbaikan saluran dan normalisasi Sungai Ciujung Lama dilakukan secepatnya agar suplai air kembali lancar,” tegasnya.
Dengan kondisi saat ini, petani berharap penanganan dilakukan segera agar mereka bisa kembali berproduksi serta menjaga ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Serang.