BerandaBeritaAPDESI Targetkan 146 Ribu Koperasi Desa di Indonesia, Tanpa APBN dan APBD

APDESI Targetkan 146 Ribu Koperasi Desa di Indonesia, Tanpa APBN dan APBD

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Ketua Dewan Pakar APDESI Merah Putih, Johan Arifin Muba, menyampaikan rencana besar pembentukan 146.000 koperasi desa di 418 kabupaten di Indonesia.

Program tersebut dirancang dengan skema satu desa dua koperasi dan satu kelurahan lima koperasi. Menariknya, program ini disebut tidak menggunakan dana APBD maupun APBN.

Menurut Johan, model ini disiapkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa dengan pendekatan kemandirian ekonomi.

“Program ini kami yakini bisa mendorong ekonomi kerakyatan,” kata Johan.

Ia menjelaskan, program ini juga sudah mulai berjalan bersamaan dengan penguatan sektor peternakan di desa.

Saat ini, pembangunan satu desa satu kandang ayam sudah mulai diterapkan di sejumlah wilayah.

Di Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, tercatat sekitar 1.500 kandang ayam telah dibangun dan dikelola oleh APDESI Merah Putih.

Sementara itu, di Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Serang, juga telah dibangun 300 kandang ayam yang rencananya akan segera diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan ATR/BPN,” kata Johan.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui sektor peternakan dan produksi pangan.

Selain itu, APDESI juga menargetkan penguatan kemandirian fiskal desa melalui koperasi dan pemanfaatan lahan produktif.

Ketua APDESI Merah Putih, Anwar Sadat, menegaskan pentingnya penguatan peran desa di tengah kebijakan realokasi anggaran pemerintah.

Ia berharap program yang digagas dapat memperkuat kemandirian desa melalui pembangunan kerangka ekonomi berbasis desa.

“Harapannya Pemdes yang jumlahnya mencapai 75.265 di 37 provinsi bisa mendominasi perekonomian nasional. Desa tidak boleh kehilangan kedaulatan dan perannya, karena kemajuan bangsa dimulai dari desa,” jelasnya.

Menurutnya, desa harus menjadi subjek utama yang mampu menggerakkan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -