BerandaBeritaMasinis Kereta Api Tragedi Bintaro 1, Selamet Suradio Meninggal Dunia

Masinis Kereta Api Tragedi Bintaro 1, Selamet Suradio Meninggal Dunia

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Kabar duka datang dari dunia perkeretaapian Indonesia. Masinis kereta api (KA) dalam tragedi Bintaro I, Slamet Suradio tutup usia pada Rabu dini hari, 3 Juni 2026 pada usia 87 tahun.

Berita meninggalnya Slamet tersebut dibenarkan oleh anak bungsunya, Safitri. Almarhum Slamet meninggal dunia di Cengkareng, Bekasi, pada Rabu 3 Juni dini hari tadi. Jenazahnya pun akan dimakamkan di kampung halamannya di Dusun Krajan, Desa Gintungan, Kecamatan Gebang, Purworejo, Jawa Tengah.

“Ya sakit karena sudah sepuh. Meninggal tadi dini hari sekitar jam 01.00 WIB. Meninggalnya di tempatnya kakak. Saya tahunya dikabari ini tetangga. Nanti dimakamkan di sini,” kata Safitri di rumah duka, yang dikutip dari detikJateng, Rabu 3 Juni 2026 siang.

Semasa hidupnya, pria kelahiran 18 Agustus 1939 itu meninggalkan istri, empat anak, dan empat cucu. Sebelum meninggal, kondisi kesehatan pria yang kerap disapa Mbah Slamet ini memang telah menurun sehingga dirawat oleh salah satu anaknya yang tinggal di Bekasi.

Baca Juga: Kenang 16 Korban, KAI Akan Dirikan Tugu di Stasiun Bekasi Timur 

Basori (72) yang merupakan tetangga dekat Mbah Slamet menuturkan bahwa Mbah Slamet berangkat ke Bekasi sejak 17 Mei 2026.

“Pergi ke Bekasi tanggal 17 Mei 2026,” kata Basori.

Sebagai informasi, Slamet Suradio adalah masinis KA 225 rute Rangkasbitung-Tanah Abang yang mengalami kecelakaan tabrakan dengan KA 220 Patas Merak di daerah Pondok Betung, Bintaro, pada 19 Oktober 1987.

Peristiwa itu menewaskan lebih dari 130 orang dan kemudian dikenal dengan Tragedi Bintaro 1987 atau Bintaro I. Insiden tragis ini akibat salah komunikasi persilangan antarstasiun tersebut.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -