Serang, Bantentv.com – Seekor sapi premium bernama “Bobi” di peternakan Kandang Berkah Aarkun, Kelurahan Kiara, Kecamatan Walantaka Kota Serang, berhasil mencuri perhatian tim seleksi hewan kurban kepresidenan.
Sapi berjenis Limosin dengan bobot fantastis mencapai 1,07 ton (atau hampir 1,1 ton) ini telah disetujui menjadi bantuan kemasyarakatan (BANAS) sapi kurban Presiden Prabowo Subianto.
Pemilik sapi mengaku sangat bangga atas pencapaian ini. Menurutnya, ketertarikan ini bermula dari pemantauan kesehatan rutin yang dilakukan oleh Dinas Peternakan Kota Serang ke peternakannya.
”Awalnya pihak Dinas melakukan pemantauan kesehatan sapi-sapi di sini. Nah, beliau tertarik dengan sapi yang spesial ini (Bobi) dan berencana melakukan pengajuan untuk BANAS Sapi Presiden. Alangkah bahagianya saya bisa memberikan sumbangsih untuk Kota Serang tempat saya dilahirkan,” kata Budi Tohara pemilik kandang dengan nada haru, Sabtu, 23 Mei 2026.
Baca Juga: Wabup Iing Serahkan Sapi Limosin Bantuan Presiden ke Penerima
Pencapaian ini juga mencatatkan sejarah baru bagi dunia peternakan lokal, di mana untuk pertama kalinya peternak dari Kota Serang berhasil menembus kriteria ketat sapi kurban kepresidenan.
“Alhamdulillah sudah dipanggil ke provinsi untuk persetujuan sapi ini menjadi kurban bantuan Presiden di Kota Serang” lanjut Budi.
Rahasia di Balik Bobot Jumbo Sapi Bobi
Sapi Limosin ini pertama kali masuk ke peternakan pada usia kurang dari 3 tahun. Berkat perawatan super intensif, Bobi bertransformasi menjadi sapi raksasa berbobot maksimal.
“Kesuksesan ini tidak luput dari peran tim Research and Development (R&D) Kandang Berkah Aarkun, Agus Purwanto” sambungnya.
Baca Juga: Sapi Limosin 1,25 Ton Milik Petani Lebak Dibeli Presiden untuk Berkurban
Ditempat yang sama Agus Purwanto yang mengurusi pakan membeberkan bahwa rahasia kebugaran dan bobot jumbo Bobi terletak pada kedisiplinan perawatan dan formula manajemen pakan yang presisi.
Bobi diperlakukan istimewa layaknya manusia, termasuk dimandikan tiga kali sehari (pagi, siang, dan sore) untuk menjaga kebersihan dan menekan tingkat stres.
”Kita rawat dengan insentif benar-benar, kita lakukan sama kayak manusia aja. Dari pagi harus dimandikan,” kata Agus,
Lebih lanjut, Agus menjelaskan detail pemeliharaan nutrisi Bobi. Pakan utama Bobi dibagi menjadi dua jenis komboran dan pakan hijauan, dengan perhitungan persentase yang sangat ketat untuk menghindari gangguan pencernaan seperti kembung (bloat).
Pakan Komboran diberikan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari dengan target minimal 2% dari bobot badan. Sementara pakan Hijauan diberikan sebanyak 10% dari bobot badan yang dibagi ke dalam tiga sesi waktu (pagi, siang, dan malam).
“Pakan hijauan wajib diberikan dengan jeda selang satu jam setelah sapi mengonsumsi komboran” jelasnya.
Baca Juga: Banten Siap Kembangkan Kawasan Peternakan Terpadu
Untuk jenis hijauannya sendiri, pihak peternakan memanfaatkan rumput liar serta menanam sendiri jenis rumput pakchong kualitas tinggi yang kemudian diolah melalui proses silase (fermentasi).
”Ini wajib untuk sapi-sapi besar. Jangan kasih hijauan terus, takutnya bisa kembung. Jadi semua harus diatur pakannya,” pungkas Agus.
Dengan segala perawatan medis dibantu dari Dinas Ketahanan Pangan Peternakan dan Perikaran Kota Serang serta formula pakan yang terukur dari tim ahli, Bobi kini menjadi hewan kurban terbaik yang siap mengharumkan nama peternak Kota Serang di tingkat nasional.
Editor : Erina Faiha