BerandaGaya HidupKesehatanWabah Ebola Meluas, Kenali Gejala dan Pencegahannya

Wabah Ebola Meluas, Kenali Gejala dan Pencegahannya

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Ebola kini tengah ramai disoroti oleh banyak pemerintah di belahan dunia karena kasusnya yang tengah meningkat terutama di Kawasan Afrika Timur.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) saja telah resmi menetapkan wabah Ebola di Democratic Republic of the Congo (DRC) dan Uganda sebagai “darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional” atau public health emergency of international concern (PHEIC).

Dengan penetapan tersebut artinya wabah Ebola ini perlu diwaspadai agar virus dan wabahnya tidak lagi meluas di negara lain.

Baca Juga: Kasus Hantavirus Jadi Sorotan, DPR Sebut Indonesia Punya Risiko Tinggi

Ebola adalah penyakit mematikan akibat infeksi virus. Penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan organ serta perdarahan di dalam tubuh penderitanya.

Meskipun penyakit ini jarang terjadi di luar wilayah endemis, tingkat kematian bila terjangkit virus ini sangat tinggi.

Hingga saat ini, memang belum ditemukan kasus Ebola di Indonesia. Akan tetapi, sikap waspada dan langkah pencegahan perlu dilakukan dan digencarkan terhadap penyakit tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat setiap hari.

Apa itu Ebola?

Dikutip dari berbagai sumber, Ebola merupakan penyakit virus mematikan yang pertama kali ditemukan pada 1976 di dekat Sungai Ebola di wilayah yang kini menjadi DRC.

Virus ini diyakini berasal dari hewan liar, terutama kelelawar, sebelum menular ke manusia.

Ini Penyebab dan Penularan Ebola

Ebola dapat disebabkan oleh kelompok Ebolavirus. Virus ini mulanya menyebar akibat kontak antara manusia dengan hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar, monyet, gorila, atau simpanse. Kemudian virus Ebola menyebar antarmanusia.

Penyebarannya dapat melalui kontak langsung dengan virus, misalnya lewat luka terbuka di kulit, atau melalui selaput lendir di mata, hidung, mulut, atau dubur. Cara penularannya antara lain:

  • Darah atau cairan tubuh dari penderita penyakit virus Ebola, seperti urine, air liur, keringat, tinja, muntah, ASI, cairan ketuban, dan air mani
  • Benda yang terkontaminasi cairan tubuh penderita, seperti pakaian, tempat tidur, jarum, dan peralatan medis
  • Air mani dari pria yang telah sembuh dari virus Ebola

Namun perlu dicatat bahwa penyebaran Ebola tidak semudah penyakit lain, seperti pilek, flu, atau campak. Virus Ebola ini juga tidak menular melalui udara atau melalui gigitan nyamuk.

Terdapat beberapa faktor yang dapat mengakibatkan seseorang berisiko terkena virus Ebola, antara lain:

  • Bepergian ke negara yang memiliki kasus Ebola, seperti Sudan, Kongo, Liberia, Guinea, dan Sierra Leone
  • Bekerja sebagai petugas medis, terutama jika tidak menggunakan pakaian pelindung ketika merawat pasien Ebola
  • Bekerja sebagai peneliti hewan, terutama terhadap hewan primata yang didatangkan dari Afrika
  • Merawat penderita atau tinggal serumah dengan penderita virus Ebola
  • Mengurus pemakaman korban virus Ebola

Beberapa Gejala Ebola yang dapat kita ketahui:

Gejala awal Ebola adalah berupa demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, nyeri otot dan sendi, serta tubuh terasa lemah. Gejala awal ini biasanya dapat muncul dalam 2–21 hari setelah kontak dengan penderita.

Seiring waktu, gejala yang dirasakan akan makin parah, meliputi: Nyeri dada dan batuk, mual dan muntah, mata merah, sakit perut, memar, ruam kemerahan kulit, diar, yang bisa disertai darah, berat badan turun drastic, perdarahan di mulut, hidung, mata, atau telinga.

Cara Mencegah Ebola

Berbagai penyakit sebenarnya dapat dicegah dengan berbagai cara terutama menjalankan pola hidups ehat yang teratur. Tak hanya itu, salah satu cara untuk mencegah virus Ebola adalah dengan vaksin Ervebo. Meski begitu, vaksin ini hanya dapat bekerja pada jenis virus Zaire Ebola saja. Untuk itu cara terbaik untuk mencegah penyakit ini adalah dengan tidak melakukan perjalanan ke wilayah yang banyak terjadi Ebola.

Namun, jika Anda berencana untuk bepergian ke wilayah yang banyak terdapat kasus Ebola, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, yaitu:

  1. Jaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau pembersih tangan berbahan dasar alcohol
  2. Menghindari kontak langsung dengan orang yang mengalami demam dan diduga memiliki gejala Ebola
  3. Menghindari menyentuh benda yang telah terkotaminasi darah atau cairan tubuh penderita Ebola
  4. Menghindari kontak langsung dengan kelelawar dan hewan primata yang berpotensi menularkan virus, termasuk darah, kotoran, dan dagingnya
  5. Menghindari rumah sakit tempat pasien Ebola menjalani perawatan
  6. Jangan lupa segera periksakan diri ke dokter setelah kembali dari wilayah tersebut, untuk mendeteksi kemungkinan gejala Ebola

Ebola tidak boleh diabaikan karena penularan dan komplikasinya dapat terjadi dengan cepat. Apabila Anda mengalami gejala yang mengarah pada infeksi ini, segera cari pertolongan medis di rumah sakit.

Editor Lilik HN
TERKAIT
- Advertisment -