Serang, Bantentv.com – Satreskrim Polres Serang mengungkap fakta baru terkait komplotan spesialis ganjal ATM yang ditangkap usai beraksi di sejumlah wilayah Banten hingga Jakarta. Dua pelaku yang diamankan diketahui berasal dari Provinsi Lampung dan telah berulang kali menjalankan aksi serupa.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Serang, IPDA Athallah Thoriq mengatakan, komplotan tersebut memiliki peran masing-masing saat beraksi di mesin ATM minimarket.
“Satu pelaku bertugas mengganjal slot kartu ATM menggunakan alat sederhana seperti tusuk gigi dan cotton bud. Pelaku lainnya berpura-pura membantu korban untuk mengetahui PIN ATM,” ujar Athallah.
Setelah korban panik dan meninggalkan lokasi, pelaku lain kemudian mengambil kartu ATM yang sebelumnya telah terganjal di mesin.
Dari hasil pemeriksaan, polisi mengungkap komplotan tersebut telah beraksi sekitar 30 kali di wilayah Banten dan beberapa daerah di Jakarta dengan modus serupa.
“Para pelaku menyasar nasabah yang sedang bertransaksi di ATM minimarket. Saat korban panik, mereka memanfaatkan situasi untuk mengambil alih kartu dan menguras rekening korban,” jelasnya.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sekitar 50 kartu ATM hasil kejahatan. Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa tusuk gigi, cotton bud, hingga gergaji besi kecil yang digunakan untuk mendukung aksi kejahatan.
Polisi menyebut, dalam sekali beraksi pelaku dapat menguras rekening korban hingga ratusan juta rupiah.
“Salah satu pelaku merupakan residivis kasus serupa. Sementara satu pelaku lainnya masih DPO dan sedang kami lakukan pengejaran,” tegas Athallah.
Sebelumnya, dua tersangka berinisial AA (30) dan HE (42) ditangkap Tim Resmob Satreskrim Polres Serang saat hendak kembali menjalankan aksinya di wilayah Kabupaten Tangerang.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada orang asing saat mengalami kendala di mesin ATM.
Nasabah juga diminta segera menghubungi pihak bank resmi atau layanan customer service apabila kartu ATM tertelan mesin.