BerandaBeritaSPPG di Serang Diminta Segera Tuntaskan Perizinan dan Penuhi SLHS

SPPG di Serang Diminta Segera Tuntaskan Perizinan dan Penuhi SLHS

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Satuan tugas atau satgas pada program Makan Bergizi Gratis di daerah diminta untuk mengoptimalkan pelaksanaan program agar berjalan sukses. Di Kabupaten Serang juga diminta untuk segera menyelesaikan seluruh dokumen perizinan sebelum SPPG itu beroperasi.

Wakil Bupati Serang, Najib Hamas, mengatakan saat ini di Kabupaten Serang sudah ada 200 dapur SPPG yang sudah beroperasi. Selain itu juga ada 97 dapur lainnya yang sedang dalam tahap pembangunan.

“Bagi yang sudah beroperasi, wajib 100 persen memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS),” ujarnya.

Baca Juga: Wagub Banten Dorong Percepatan Pemenuhan SLHS di 200 SPPG

Menurutnya, bagi yang sudah beroperasi wajib 100 persen memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi atau SLHS. Namun Najib juga mengaku masih banyak dapur yang belum memiliki SLHS meski sudah beroperasi. Dari total 200 dapur SPPG tersebut baru sekitar 50 persen yang sudah mengantongi sertifikat SLHS, sementara sisanya menunggu hasil uji laboratorium.

“Dari 200 itu baru sekitar separuhnya punya SLHS, sisanya masih proses menunggu hasil lab,” tegasnya.

Baca Juga: DPMPTSP Kabupaten Serang Terbitkan Puluhan SLHS untuk SPPG

Pihaknya belum lama ini mengikuti rakor bersama BGN, dan berdasarkan hasil rakor, seluruh SPPG yang sudah beroperasi diminta untuk mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat, termasuk kepemilikan SLHS sebagai syarat wajib.

“Harus tuntas guna menjaga kualitas layanan,” tegas Najib

Ditambahkan Najib, pemerintah melalui dinas terkait siap membantu mempercepat proses pengurusan perizinan terutama bagi SPPG yang masih dalam tahap pengajuan SLHS.

“Karena kalau tidak memiliki IPAL yang sesuai standar, dampaknya akan dirasakan masyarakat akibat limbah dari proses memasak di SPPG,” jelasnya.

Untuk di Kabupaten Serang, penerima manfaat program MBG sudah menjangkau di angka 90 persen, mulai dari anak sekolah, kelompok 3B, hingga anak usia sekolah yang tidak sekolah. Masih ada 10 persen yang belum tercover dan diharapkan segera bisa dilayani oleh program MBG tersebut.

TERKAIT
- Advertisment -