BerandaReligiKemenhaj Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji 2026

Kemenhaj Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji 2026

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Menjelang fase puncak ibadah haji, Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) mengimbau seluruh jemaah Indonesia mulai menghemat tenaga dan menjaga kondisi fisik, jelang puncak Haji 2026.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul tingginya suhu udara di Makkah dan Madinah yang berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius.

Hingga 11 Mei 2026, berdasarkan data Kemenhaj, sebanyak 341 kelompok terbang dengan total 132.057 jemaah dan 1.361 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 240 kloter dengan 92.767 jemaah telah tiba di Makkah. Sementara 67 kloter lainnya dengan 25.541 jemaah masuk melalui Jeddah pada gelombang kedua.

Baca Juga: 62 Ribu Jemaah Haji Indonesia Sudah Diberangkatkan

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan jemaah perlu mulai fokus mempersiapkan diri jelang puncak ibadah haji.

“Memasuki masa menjelang puncak haji, kami mengimbau seluruh jemaah untuk benar-benar fokus pada persiapan ibadah,” ujar Maria dalam keterangan resmi Kemenhaj.

Menurutnya, puncak haji membutuhkan kesiapan menyeluruh, bukan hanya kondisi fisik, tetapi juga mental dan spiritual.

“Puncak haji memerlukan persiapan yang menyeluruh, tidak hanya kemampuan fisik, tetapi juga ketenangan mental, kesiapan spiritual, serta kedisiplinan mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji,” katanya.

Baca Juga: Bus Shalawat Jemaah Haji: Layanan 24 Jam yang Ramah Lansia dan Disabilitas

Kemenhaj juga meminta jemaah mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan serta mengurangi aktivitas yang dapat menguras tenaga.

Selain itu, jemaah diminta segera melapor apabila mengalami gangguan kesehatan atau penurunan kondisi tubuh.

Jemaah diimbau selalu menggunakan alas kaki, membawa identitas diri, serta mengenakan pelindung seperti payung atau topi saat berada di luar ruangan.

Petugas juga meminta jemaah segera beristirahat apabila tubuh mulai terasa lelah untuk menghindari risiko kelelahan saat puncak ibadah Haji berlangsung.

Perhatian khusus diberikan kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan penyakit bawaan atau risiko kesehatan tinggi.

Mereka diminta rutin berkoordinasi dengan ketua regu, ketua rombongan, maupun petugas kesehatan selama berada di Tanah Suci.

Baca Juga: Ibadah Haji 2026: 77 Calon Jemaah Tangsel Gagal Berangkat

“Jangan ragu melapor apabila mengalami gangguan kesehatan. Kesehatan merupakan bekal utama menuju puncak haji,” tegas Maria.

Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menjaga kondisi tubuh agar rangkaian ibadah haji berjalan aman, lancar, dan maksimal.

TERKAIT
- Advertisment -