Bantentv.com – Bank Indonesia (BI) baru-baru ini melaporkan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 mengalami penurunan sebesar USD146,2 miliar, dibandingkan posisi pada akhir Februari 2026 sebesar USD148,2 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengungkapkan bahwa hal ini dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penerbitan global bond (obligasi) pemerintah di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah.
“Kebijakan stabilisasi tersebut sebagai respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat,” kata Ramdan dalam keterangan resmi, Jumat, 8 Mei 2026.
Sementara posisi cadangan devisa pada akhir April 2026 setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor, pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Baca Juga: Bertahan di Zona Hijau, IHSG Kembali Ditutup Naik ke 7.174
BI menilai, cadangan devisa tersebut cukup mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
“Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai,” jelasnya.
Selain itu, adanya modal asing pada aliran masuk, diperkirakan akan terus berlanjut menjadi persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutup keterangan resmi BI tersebut.